Cerita Sex Jalan Anak Adam – Part 15

Cerita Sex Jalan Anak Adam – Part 15by on.Cerita Sex Jalan Anak Adam – Part 15Jalan Anak Adam – Part 15 Part 13 Jujur saja melihatnya menangis seperti ini membuatku serba salah. Apa yang harus kulakukan aku tak tau. Ingin ku hapus air matanya, jelas tidak mungkin. Ingin ku peluk agar tangisnya teredam, juga tidak mungkin. Ingin ku belai rambutnya juga tentu tidak mungkin. Hatiku serasa dirajam. Segala kemungkinan yang […]

Jalan Anak Adam – Part 15

Part 13

Jujur saja melihatnya menangis seperti ini membuatku serba salah. Apa yang harus kulakukan aku tak tau. Ingin ku hapus air matanya, jelas tidak mungkin. Ingin ku peluk agar tangisnya teredam, juga tidak mungkin. Ingin ku belai rambutnya juga tentu tidak mungkin. Hatiku serasa dirajam. Segala kemungkinan yang kulakukan jelas – jelas tak bisa kulakukan. Bagiku, Indah satu kamar dengan Candra saja membuatku tersiksa, apalagi sekarang ada keluarga mereka masing – masing. Mungkin inilah yang disebut neraka cinta.

Inginku, bukan hanya jadi temanmu,
Atau sekedar sahabatmu
Yang rajin dengar ceritamu
Tak perlu, kau lihat ketulusan
Yang sebenarmya tak kusangkal
Kadang kuhilang kesabaran
Atmosfer di dalam ruangan ini serasa tidak mengandung oksigen hingga menyebabkan seluruh kata – kata yang harusnya kuucapkan tertahan di tenggorokan. Apakah aku harus di dalam terus jika keadaan tak kan berpihak kepadaku? Tak kan kubiarkan itu terjadi.

“Ndah, aku mau keluar bentar. Mau cari sarapan sama rokok sekalian.”

“Sejak kapan kamu merokok Wan?” ucapnya terkecut, karena sebelumnya aku pernah bilang padanya bahwa aku bukan perokok.

“Baru mulai kemarin kok. Santai aja. Aku tau apa yang baik buat aku.”

Sial. Sial. Benar – benar sial. Entah mengapa air matanya semakin membanjir. Apakah ia menyalahkan dirinya sendiri terhadap perubahanku ini? Aku tak tau. Setelah minta ijin untuk keluar sebentar cari makan aku duduk di bangku yang terletak di depan kamar Indah. Memang perutku sudah mulai menuntut untuk diisi. Namun selera makan ku sudah tak ada. Lebih baik aku duduk – duduk gak jelas disini daripada harus didalam. Benar, di dalam ada Indah, tapi itu justru menambah siksaan yang kurasakan.

Tak berselang lama pintu yang barusan kututup kini dibuka dari dalam. Dan apa yang aku lihat sungguh mengejutkanku. Indah lah yang membuka pintu itu. Akupun bila tak melihat sendiri tentu tak percaya. Apakah aku dalam keadaan sadar dan melihat Indah yang kini menutup pintu ataukah ini hanya halusinasi karena berbagai perasaan dan beban pikiran singgah di diriku. Seperti kudengar kembali suara yang kurindukan kemarin malam. Apakah ini benar – benar nyata.

“Aduh……”ucapku seketika karena merasakan sebuah cubitan di pinggangku yang otomatis membuatku tersadar bahwa ini adalah nyata, bukan mimpi, bukan halusinasi atau apalah namanya.

“Kamu gak masuk sekolah kenapa?”

“Percuma aja aku masuk kalau aku gak bisa tenang disana. Dalam pikiranku sampai saat ini masih terbayang bagaimana kemarin aku mengangkat tubuh orang yang kusayangi, maaf, ralat, benar – benar kusayangi dan kucintai bergelimang darah.”

Aku kaget mendengar kata – kata yang keluar dari mulutku. Kutatap wajah yang membayangi diriku kemarin malam. Entah mengapa, wajah ayu pribumi didepanku ini mendadak pucat. Aku tau, aku tak seharusnya berbicara seperti itu tadi kepada Indah. Tapi reaksi yang diberikan oleh Indah atas kata – kata yang keluar begitu saja dari mulutku ini benar – benar tak dapat kumengerti. Entah apa yang dipikirannya saat ini. Kami berdua terdiam dalam lamunan kami masing – masing.

Telah 5 menit kebisuan ini melanda kami hingga tiba – tiba aku ingat akan sms yang dikirimkan oleh Herman kepada Indah melalui hpku. Segera kuambil hp yang berada dalam saku celana jeans Dior Homme yang kukenakan saat ini. Kubuka folder pesan terkirim dan kubuka satu persatu sms yang dikirim kepada Indah. Setelah dapat sms yang aku inginkan kumulai bicara kepada Indah.

“Ndah.”

“Hmmmm…..”jawabnya singkat.

“Ndah.”kuulangi lagi dengan harapan agar dia segera menoleh kearahku.

“Sekarang uda gak mau panggil sayang lagi?”tanyanya dengan suara pelan yang hampir bisa dibilang berbisik.

Singkat jawaban yang diucapkannya, tapi bukan itu yang aku harapkan. Justru pertanyaan ini membuatku serba salah dan tak tau harus menjawab apa.

“Maaf, bukannya aku gak mau panggil sayang. Tapi kamu tolong ngerti sayang, didalam sana ada ‘cowok kamu’ dan ada pula keluarganya serta pamanmu. Aku gak mau jika kita terlena dan tiba – tiba salah satu dari mereka keluar dan mengetahui jika kamu tengah disini dan bersikap mesra padaku. Kamu juga harus mikir sampai situ.”

“Asu!! Dadi wong lanang rak no ajine ning ngarepe wong wedok. Mending mati wae (Anjing!! Jadi laki – laki gak ada harganya di mata perempuan. Lebih baik mampus saja).”jerit batinku. Ya itulah jerit batinku ketika tau aku seolah olah memohon agar aku menjadi simpanannya.;

“Kamu gak marah sama aku?”tanya Indah.

“Kalau boleh jujur aku masih marah sama kamu, cuman rasa marah itu kalah dibandingkan dengan rasa sayang dan rasa khawatir pada dirimu. Sekarang aku tanya, siapa di dunia ini yang gak marah jika tau bahwa ia dipermainkan sekaligus dikhianati?”

“Jadi kamu ngerasa aku permainkan kamu?”

“Sekarang katakan padaku. Sebetulnya apa yang mau kamu jelasin ke aku?”

“Kamu tu tau gak, kalau sebenarnya aku tu benar – benar sayang ma kamu. Aku sendiri gak tau kenapa ini bisa terjadi. Tapi rasa sayang dan cinta ini sekarang uda gak murni lagi. Karena sayang dan cintaku sekarang uda terbagi buat 2 orang. Kamu dan Candra. Dan jika kamu minta aku memilih, aku jawab aku gak akan pernah bisa memilih salah satu diantara kalian. Karena kalian begitu berarti buat aku,”ucapnya sambil menahan tangis. “Dan jika kamu atau Candra tetap memaksa aku buat memilih salah satu dari kalian, kamu udah harus tau aku milih siapa.”lanjutnya sambil berlari kedalam kamar sambil menutupi raut wajah dan tangisnya.

BBBBBBLLLLLLLLLLLAAAMMMMMMMMMM

Telah kuberikan semua yang ada didalam jiwa
Tak tersisa walau sekecil debu
Ku ikhlaskan goresan rasa namun kata yang indah
Selalu berlabuh di tempat yang salah
Hari sepi menikam dalam
Tak adakah secercah harapan

Biduk cinta yang hampir karam coba aku tahan
Sempat goyah sempat aku bosan
Hasrat hati yang kini terganggu oleh rasa raguKemanakah rindu yang kemarin

Ungkapkanlah isi hatimu
Jangan pernah berpaling dariku
Tunjukkanlah rasa cintamu
Jangan sampai aku bertanya

Apakah aku benar-benar memiliki
Apakah aku benar-benar memiliki
Kamu

Bersambung

Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”.

Author: 

Related Posts

  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/10-5-330dmwlec818ikfj193cp6.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Tante sange Obok Memek Sendiri
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_14big-32qlbryr2q9ffqhg2wnu2y.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_01big-32qlbi5xfwoqny9g1c8owa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_01big-32qlbi5xfwoqny9g1c8owa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Foto Ngentot Gadis Asia Perawan
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/8-32p6f8bdiw8islkw9jyznu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/2-32p6f3jhjrzd6r7rmmy2oa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/2-32p6f3jhjrzd6r7rmmy2oa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Jilat dan Entot Memek Merah Murid Tercantik
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/005-32l7w9ktd1wsnos5lwowsq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/005-32l7w9ktd1wsnos5lwowsq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/005-32l7w9ktd1wsnos5lwowsq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Foto Perawan Alyssa Branch Dientot Negro Kontol Gede

Comments are closed.