Cerita Ngentot Slamet Kan Aku – Part 3

Cerita Ngentot Slamet Kan Aku – Part 3by on.Cerita Ngentot Slamet Kan Aku – Part 3Slamet Kan Aku – Part 3 ADAKAH YANG LEBIH BURUK DARI INI “Ought..terus met, goyang lebih kencang..mentokin Met.” suara desahan seorang wanita terdengar sampai depan kamar Tak tinggal diam tanganku jelamitan mainin kelapa gading yang menggantung indah di depanku. “Remas yang kenceng Met, oughttt..enak banget met..terus met.” Aku terus memompa penisku kedalam liang senggama dari […]

Slamet Kan Aku – Part 3

ADAKAH YANG LEBIH BURUK DARI INI

“Ought..terus met, goyang lebih kencang..mentokin Met.” suara desahan seorang wanita terdengar sampai depan kamar

Tak tinggal diam tanganku jelamitan mainin kelapa gading yang menggantung indah di depanku.

“Remas yang kenceng Met, oughttt..enak banget met..terus met.”

Aku terus memompa penisku kedalam liang senggama dari wanita berambut panjang yang ada di bawahku.

Plok..plok..plok..plok..suara 2 alat kelamin yang saling beradu menggemakan seisi ruangan.

“Ougth, enak mbak, seret banget memek mbak Maya, punyaku kaya di ulek-ulek.”

“Terus mbak, terus, aku sudah hampir sampai.”

Tok..tok..tok..tok.. Suara ketukan pintu kamar semakin kencang

“Siapa mbak?” bisikku ke mbak Maya

“Waduh mas Parmin pulang Met.” kata mbak Maya

“Mati aku mbak, gimana ini?”

“Siapa di dalam cepat buka!” teriak orang yang ada diluar kamar

Pintu kamar terus digedor oleh orang yang berada diluar kamar. Semakin kencang, semakin kencang dan semakin kencang.

Hushh..hushh..hushh.. Aku mulai tersadar dari mimpi burukku. Pertanda apa lagi ini, pakai acara pause gini adegan bercintanya. Tapi untung cuma mimpi, kalo beneran bisa jadi onde-onde aku dihajar mas Parmin. Aku masih saja belum percaya dengan apa yang barusan aku alami. Aku berusaha untuk menenangkan diri, berusaha agar bisa menetralisir perasaan yang masih saja mengganggu pikiranku.

Aku lihat jam dinding jarum menunjukan pukul 8 malam, aku ketiduran lagi setelah membalas sms dari Anas. Aku cuci mukaku biar agak seger dan segera meluncur ke Angkringan mbak Maya. HP sengaja ku tinggal karena sedang dicharge.

Disana sudah teronggok sampah raksasa bernama Anas. Anas Wahyuning Urip. Ya Anas adalah sahabatku dari kecil, dia adalah orang yang selalu menemaniku dalam susah dan senang. Meskipun kadang- kadang jika aku sedang kesusahan dia memilih untuk melarikan diri. Contohnya tadi pagi ketika aku sedang mengalami masalah hidup yang sangat rumit (Aduh ngomong apa ini). Di tolak oleh nenek pepaya tua itu dia menghilang tanpa jejak..

“Su, tadi kemana kamu?, tak sms gak bales.” tanyaku kepada Anas

“Belum bangun ple, lagian kamu sms aku pagi bener.” jawab Anas

“Ah, alesan terus kamu tu, mati aja sana.”

“Cangkemmu ple.”

Aku memesan susu Coklat hangat ditambah beberapa tatapan mesum kepada buah kelapa yang menggantung di dada mbak Maya. Tiba-tiba saja aku teringat mimpiku barusan. Betapa nikmatnya ketika aku menghujamkan senjata andalanku keliang nikmat mbak Maya, dan betapa kagetnya ketika suami mbak Maya mengetok pintu kamar. Dasar apes bener nasibku, sampai di dalam mimpi pun aku masih dihinggapi yang namanya apes. Apa perlu namaku dirubah biar nasibku jadi lebih baik?, mungkin nama Alexander atau Jeremi akan berandil banyak merubah nasibku ini. Coba dulu orang tuaku memberi nama yang lebih kece, misal Dude Herlino atau Cristiano Ronaldo, pasti nasibku tidak akan seburuk ini. Tapi ya sudahlah, orang tuaku pasti punya alasan baik kenapa anak semata wayangnya diberikan nama Slamet Arya Seta.

Mbak Maya mengantarkan Susu coklat hangat ke mejaku, dia tersenyum genit kearahku. Itu adalah senyuman pertama yang dia berikan kepadaku setelah tindak pidana asusila yang aku lakukan kepadanya kemaren. Sedikit lega sih, mungkin dia sudah melupakan apa yang aku lakukan semalam, atau jangan-jangan dia punya rencana jahat lain kepadaku.

Pantatnya bergoyang-goyang ketika dia meninggalkan mejaku. Pikiran mesumku kembali menjadi setiap aku melihat mbak Maya, apa lagi dia sudah ditinggal mas Parmin hampir 2 minggu, pasti itu memek sudah gatel untuk diobok-obok. Tapi bagaimana caranya biar aku bisa secelup dua celup dengan mbak Maya. Karena kalo sampai aku perkosa maka akan menjadi berita menggemparkan di Jogja, bayangkan saja seorang mahasiswa tua memperkosa pemilik angkringan. Haduh mau ditaruh dimana mukaku yang unyu ini.

“Ple, tadi mau ngajakin kemana?” tanya Anas membuyarkan lamunanku

“Ke Salon Delima Pek, mau aku ajak pijet kamu.”

“Kepalaku pusing banget” imbuhku

“Trus jadi gak?” tanya Anas

“Yo gak lah, males aku kalo sendiri.”

Malam semakin larut dan mataku semakin ngantuk. Aku segera membayar minumanku dan pamit kepada teman-teman serta mbak Maya. Aku sudah tidak sabar untuk segera pulang. Kesialan hari ini membuatku sangat capek. Aku harus segera merestart otakku biar mau diajak kerjasama lagi.

Sampai dirumah aku segera membuka HP ku yang sedang ku charge. Terlihat ada 2 panggilan tak terjawab dengan no tidak dikenal. Mungkinkah bidadari penjaga kantin Kampus ya?.

“Siapa ya?”, aku ketik sms ke no itu

“Aku Hesti mas.” balasnya singkat

“Hesti siapa ya?” kutanya lagi lebih detail

“Aku yang bantuin ibu jagain kantin kampus mas.” balasnya lagi

Hatiku berbunga, ternyata orang yang aku harapkan memberiku isyarat baik. Terima Kasih Tuhan di dalam cobaanMu pasti selalu ada hal baik dibelakangnya. Ternyata namanya Hesti, nama yang sesuai dengan orangnya, manis semanis permen.

Hari-hari berikutnya aku sudah mulai sms dan telp nan dengan Hesti, baik menanyakan kabar, memberikan perhatian maupun sekedar basa-basi saja yang penting aku masih bisa mendapatkan balasan dari dia. Kalau smsku tidak dibales, buru-buru aku akan menanyakan apakah dia marah kepadaku. Suaranya sangat merdu, karena setiap bercakap lewat telp dengannya jantungku selalu berdegup sangat kencang. Namun hal ini hanya berlaku di dunia Maya saja, karena saat bertemu di Kantin dia hanya tersenyum kepadaku, masih dengan senyuman termanis yang aku terima sejak aku lahir.

Contohnya 2 hari yang lalu, aku kendarai si Dolmen menuju kampus, namun kali ini tujuanku berbeda, bukan untuk bimbingan skripsi tapi untuk sekedar melihat bidadari tanpa sayapku itu. Seperti biasa aku memesan susu coklat hangat, sambil menikmati minumanku aku memperhatikan wajih manis ciptaan Tuhan yang paling indah. Tak pernah bosan aku memandang wajah itu. Namun setelah aku membayar dikasir dia tetap saja diam, hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih saja. Hal itu pun sudah membuat aku cukup puas, karena tujuanku bukan mengajak dia ngobrol, tetapi untuk melihat wajah manisnya.

Sesampainya di rumah aku langsung membuka layar hp ku. Ternyata ada sms dari Hesti, dia menyuruhku agar berhati-hati di jalan. Senang sekali Tuhan, aku balas sms dia.

“Terima Kasih, kamu manis bgt hari ini.”

“Mas Slamet suka gombal ah.” balasnya

“Gak kok, emang manis, sumpah deh gak boong.”

Hari ini aku nekad ajak dia untuk jalan-jalan. Sekedar membuang penat yang ada dipikiran. Semoga aja dia tidak menolak ajakanku. Dan benar saja, gayung bersambut dia setuju untuk aku ajak jalan-jalan.

Rencananya aku akan mengajak Hesti ke Kaliurang, tempat dimana udang sebesar lemari es terpajang di tengah Jalan. Dan menghabiskan waktu di Telaga Putri sambil bersenda gurau di sana.

Hesti minta dijemput jam 4, karena dia selesai bekerja jam 3, dan meminta waktu untuk istirahat sebentar. Aku iyain aja sih, toh makin malem di Kaliurang semakin dingin, sapa tau aja bisa dapat yang hangat-hangat.

Si Dolmen aku pacu agak santai, karena aku berangkat dari rumah jam 3 jadi gak perlu keburu-buru dijalan. Kaos oblong, celana jean dan jamper warna abu-abu menemaniku untuk bertemu bidadari penjaga kantin kampus itu. Tak lupa tadi mampir dulu ke rumah Anas untuk minta minyak wangi. Aku ingin terlihat sempurna dikencan pertamaku dengan Hesti.

Tidak sulit untuk mencari alamat Hesti, karena sudah dari awal semester aku menjelajah daerah ini. Aku tunggu dia di depan pintu Kostnya, sebenarnya sih itu seperti rumah biasa, tidak seperti kost-kostan pada umumnya. Aku memberi kabar ke Hesti jika aku sudah diluar.

Tidak lama kemudian ada cewek keluar dari rumah kost. Dia celingak celinguk seperti mencari seseorang. Dan memang benar dia sedang mencari aku. Hesti menghampiriku sambil mengulurkan tangannya. Tapi sebentar, nanti dulu, sepertinya orang ini beda dengan dengan Bidadari Kantin. Dan benar dia bukan kasir yang melayani ku tetapi dia yang mengantarkan minuman ke mejaku. Bidadariku yang putih, mungil dan sangat manis, hari ini digantikan oleh Kopi pahit tanpa gula. Cobaan apa lagi ini Tuhan, jadi selama ini teman sms an dan telpku bukanlah bidadari tanpa sayap itu tapi kopi pahit tanpa gula yang sekarang ada di depanku.

Author: 

Related Posts

  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/10-5-330dmwlec818ikfj193cp6.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Tante sange Obok Memek Sendiri
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_14big-32qlbryr2q9ffqhg2wnu2y.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_01big-32qlbi5xfwoqny9g1c8owa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_01big-32qlbi5xfwoqny9g1c8owa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Foto Ngentot Gadis Asia Perawan
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/8-32p6f8bdiw8islkw9jyznu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/2-32p6f3jhjrzd6r7rmmy2oa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/2-32p6f3jhjrzd6r7rmmy2oa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Jilat dan Entot Memek Merah Murid Tercantik
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/005-32l7w9ktd1wsnos5lwowsq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/005-32l7w9ktd1wsnos5lwowsq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/005-32l7w9ktd1wsnos5lwowsq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Foto Perawan Alyssa Branch Dientot Negro Kontol Gede

Comments are closed.