Cerita Sex Goodbye, My Stupid School – Part 19

Cerita Sex Goodbye, My Stupid School – Part 19by on.Cerita Sex Goodbye, My Stupid School – Part 19Goodbye, My Stupid School – Part 19 # 4 Fourth Unicorns Ehem, Gadis cantik berkuncir kuda tersebut sedikit menegakkan kepalanya. Sepasang kakinya perlahan beranjak melangkah turun. Tidak sempat dirinya untuk menampilkan reaksi berlebihan. Sebagai mantan ketua OSIS di sekolah anak-anak orang berada, sudah tentu ia tahu cara bersikap penuh wibawa. Cara merespon atau berekspresi menghadai […]

multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-7 multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-8 (1) multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-8Goodbye, My Stupid School – Part 19

# 4

Fourth Unicorns

Ehem,

Gadis cantik berkuncir kuda tersebut sedikit menegakkan kepalanya. Sepasang kakinya perlahan beranjak melangkah turun. Tidak sempat dirinya untuk menampilkan reaksi berlebihan. Sebagai mantan ketua OSIS di sekolah anak-anak orang berada, sudah tentu ia tahu cara bersikap penuh wibawa. Cara merespon atau berekspresi menghadai segala kejutan. Meski terkadang, satu manusia brengsek kerap berhasil membuatnya hilang kesabaran.

Ck, kenapa harus dia, sih, yang muncul di kepala aku? Hush! Hush! Pergi sana!

Bukan. Lelaki yang kini tengah berada di meja makan mewah nan besar itu bukanlah Faruk. Melainkan, Radit. Versi malaikat dari setan begundal tersebut.

Hah? Malaikat? Beuh rengut Astrid sembari mendengus kesal, paling dia juga playboy seperti Faruk. Cowok-cowok sok cakep kaya gini, nih, yang biasanya kurang ajar, tukasnya geram sarat kecurigaan.

Entahlah, mengapa Astrid seketika merasa perlu menstempeli Radit—si Pria Teman Cheska—dimaksud dengan sebutan sekasar itu. Padahal, sama sekali tak pernah sang Gadis bermasalah dengan si Pemuda sebelumnya. Bahkan, hubungan mereka bisa dibilang sangat baik di sekolah, walau tak bisa dibilang dekat. In fact, tak ada satupun lelaki yang bisa membuatnya dekat. Tentu saja, ia tak suka dengan reaksi kekaguman spontannya barusan. Tak suka! Huh! Sejak kapan dirinya yang anti-playboy ini pernah memuji seorang lelaki dengan sebutan Malaikat?

Arrrgh, ini semua gara-gara Faruk! rutuknya kesal menarik kursi di sisi ujung meja, di antara Cheska dan Radit yang duduk bersebrangan berhadap-hadapan.

.

Eh, tunggu dulu. Kenapa Radit bisa ada di sini? Lagi-lagi, Astrid tajam memicing.

Radit Fanny lovers. Salah seorang Fanny Fan-Boys.

Cheska, musuh Fanny. Benci Fanny sampe ke ubun-ubun.

Kenapa mereka bisa deket kaya gini? Gak pernah aku liat dua bocah ini keliatan akrab di sekolah? Apakah ada sesuatu yang tak aku ketahui, di luar sana?

Ehem,

Kali ini, terdengar deheman dari si Nona Belia pemilik rumah.

Lagi ngelamunin apa sih, lo, Trid? Kaya yang bingung gitu? sergah Cheska pelan serentak menggigit potongan ayamnya. Walau berstatus anak konglomerat bak puteri raja, sungguh, gadis beraksesoris centil itu menyantap hidangan siangnya bak tentara pemabuk! Radit temen gue dari SD. Dia emang jarang maen ke sini. Tapi, nanti-nanti bakal sering, kok, kayaknya. Coz kita lagi ngerencanain proyek film pendek, ujarnya samar sibuk mengunyah.

Astrid manggut-manggut. Dilihatnya lelaki bertampang mirip Mike Shinoda Linkin Park itu tersenyum mengangkat tangannya. Posturnya sebagai kapten tim basket memang tak terlalu tinggi. Namun, hal tersebut tak terlalu jadi masalah mengingat posisinya sebagai Point guard. Keahlian menembak dari area three point-nya sangat menajubkan.

Anyway, selain basket, ia juga aktif di ekskul sinematografi. Mungkin proyek yang Cheska bilang adalah proyek rutin tahunan. Atau, agenda pribadi, mengingat Giztha dan Sherry bukan anggota klub? Entahlah. Yang jelas, cowok ini—Radit—benar-benar memiliki senyum yang uhm, cukup manis.

Hey, Trid. Rona wajah Radit tampak bersinar cerah. Kamu stay di rumah Cheska, ya, sekarang? Asik dong, makin banyak bidadarinya di sini, hehehe, ramah sapanya mengejutkan Astrid yang tak kunjung bicara. Astrid pun balas tersenyum. Secuil menyunggingkan bibir lembutnya.

Astrid dah jadi bagian dari keluarga kita sekarang. Shes the fourth Unicorns! Hihihi. Tiba-tiba Sherry berkata. Mendayu lembut kikikan suaranya di samping kanan Cheska.

Yoa, geng kita pasti tambah keren kalo ada dia. Mantan ketua OSIS tercinta! celoteh Giztha riang berkedip nakal pada Radit. Hampir saja Astrid gagal menyadari kehadiran dua dayang pengawal Cheska setia yang ngintil makan bersama.

Tawa renyah Radit serta merta membauri ruangan. Gagah rupawan, membuat segenap wanita di sekeliling meja oval itu tak sanggup mengelakkan delikannya. Terlebih Giztha, yang tampak seperti harimau muda betina melihat kelinci segar.

Astrid menarik napasnya dalam-dalam. Tak tertarik menggabungkan diri dengan clique bergaya hidup jet-set pimpinan Cheska, namun tiada tahu harus menjawab apa. Mmh semuanya makasih, ya, udah ijinin aku gabung di sini. Maap banget, yah, kalo suasananya jadi ummh, sedikit beda, sang Gadis bergumam.

Eh, gak masalah kali, Darl. Justru kita seneng banget, loh, ada kamu di sini, ucap Sherry tulus, iya, kan, Gals? tatapnya beralih pada dua yang lain.

Giztha mengangguk-anggukan kepala. Terlihat menggembung gumpalan pipi lucunya dipenuhi makanan. Yoa! Absolutely! Temen Cheska, temen kita juga! antusiasnya tegas yang langsung dikonfirmasi senyum tipis Cheska. Seakan tak peduli gadis sombong berhidung mungil tersebut menanggapi acara penyambutan ini. Astrid pun sejujurnya merasa canggung. Sungguh aneh rasanya dua tahun lebih hidup di lingkungan pendidikan yang sama, dan kini harus bertingkah bak baru bertemu kemarin sore.

Sherry merendahkan suaranya. Sorot matanya seketika berubah penuh goda. Pokoknya, kamu tenang aja, deh, Trid. Gaul ama kita, pasti banyak ketemu cowok-cowok ganteng, ia memaparkan. Kamu tinggal tunjuk aja ksatria mana yang kamu mau, Darlin, pasti kita bantu. Gak ada yang bisa menampikan kekuatan lobi kita! jaminnya. Asal, jangan ambil yang ini aja, sih. Soalnya ini punya Giztha! Hihihi! sindirnya tajam mengalihkan lirikan mata pada si Ganteng Kalem, alias Radit. Kontan saja tuturannya tersebut membuat sang Pemuja Rahasia terbatuk-batuk. Andai tak dibendung sekian teguk gelas air putih, sudah pasti bakal melecit segenap isi kunyahannya.

Riuh celotehan tiga bibir feminin pun kontan menghambur. Suasana menjadi agak sedikit chaos sesaat itu. Keringat dingin muncul bercucuran di sekujur wajah Giztha. Telak disebabkan oleh sambal yang pedas, juga karena serangan ganas Sherry dan Cheska. Apalagi, ketika seluruh aib dan rahasia perempuan mulai tercecar-cecar. Jelas Giztha hanya bisa sibuk membantah sambil sesekali melirik panik Radit.

Radit sendiri tercenung kaku menghadapi kehingar-bingaran ini . Selain terungkapnya fakta mengejutkan bahwa ternyata Giztha sungguh memberikan hati, paras-paras cantik, kulit lengan halus, serta pemandangan ketiak-ketiak mulus yang disuguhkan ketiga gadis ber-tank top seksi itu pun dahsyat membuatnya terpana. Sedikit terlupakan rasa-rasanya kehadiran Astrid di tengah sana.

Ugh, kenapa aku harus terjebak di situasi kayak gini, sih? Apa gak ada pembicaraan yang lebih non personal?

Membiarkan ketiga bidadari sekolah tersebut asyik saling ribut sendiri, perhatian Astrid pun akhirnya berpindah pada sederetan piring tersusun rapi di atas meja. Ah, rupanya hidangan hari ini bertemakan tradisional! Tradisional daerah Jawa Barat tepatnya, yang disajikan secara apik dan modern dengan panganan lauk utama gurame bakar dan ayam goreng bumbu kuning.

Hmmm, let see asupan gizi macam apakah gerangan yang harus aku konsumsi siang ini?

Tak butuh waktu lama bagi Astrid untuk segera memilih ayam, tahu, dan sambal hijau untuk menu makan siangnya. Terasa damai nan melenakan menit-menit berjalan kala gadis itu bersantap anggun jamuan lezatnya. Ceracau-ceracauan berisik Cheska, Sherry dan Giztha, terdengar ibarat dengungan suara acak tak berarti. Tertutupi oleh indahnya gemericik air mancur dari kolam ikan dekat sana. Ruangan itu besar, layaknya aula di istana-istana mewah para bangsawan eropa. Dan, cita rasa kualitas makanan rakyat ini ugh, apakah sebegitu niatnya keluarga Irzandi sampai merekrut koki restoran bintang lima untuk memasak dirumahnya? Seorang pelayan muda berseragam pun datang, bersama sebidang nampan berisi 6 buah piring kecil. Potongan buah mangga segar sebagai pelengkap akhir.

Lho? Kok ada enam? Kan kita berlima? benak Astrid heran namun tak terlalu ambil pusing. Mungkin ada seseorang yang tak cukup dengan hanya satu porsi.

Ternyata, salah.

Entah dari mana asalnya, entah kapan dan lewat mana munculnya, melangkah acuh sesosok pemuda rapi berkacamata tebal mendekati meja hidangan.

AH, gila! Kemana aja sih lo, Vin? Ditungguin dari tadi jam segini baru nongol! gerutu Radit kesal seraya menyeka mulut dengan tisu. Udah selesai noh makan gratisnya. Lo nyusul sendiri aja! tukasnya lagi menunjuk kursi sebelah kanan. Sementara di depannya, hanya sekilas remeh mendelik ketiga bidadari penghuni istana menyambut dingin. Kembali menyelesaikan kegiatan makan siangnya yang sempat tertunda.

Sori. Tadi gua abis dari rumah Olen. Abis nganterin strawberry pie. Si Lelaki Terlambat Datang tenang berdailh. Sama sekali tiada rasa bersalah. Dari bentuk penampakannya, yakin seratus persen Astrid menebak cowok ini bernama Davin.

Ah, makin random aja suasana Sabtu sekarang. Kenapa pula mendadak muncul Davin di sini?!

Tapi, masuk akal juga sih. Keahlian komputer Davin bisa jadi dibutuhkan oleh Cheska n friends yang hendak membuat film. My guess?

Radit tertawa lebar. Hahaha! Mulai maen agresif sekarang lo, ya, Vin? Beda ama waktu ngecengin Dhira taun kemaren. Ngumpet-ngumpet gak jelas, eh, akhirnya ditolak juga! Hahaha!

Berisik lo, Dit! Kayak lo gak pernah tiga kali ditolak Fanny aja! Davin mendengus. Pemuda kacau ber-sweater abu itu perlahan menarik kursi. Layaknya selebritis penting saja lelaki beraroma parfum maskulin menusuk tersebut bersandar santai, menatap satu per satu orang di sekelilingnya.
Sherry mengibas-ngibaskan tangan. Ya Tuhan, Davin. Nyengat banget parfum lo, gila! Ugh uhuk, uhuk uohok! Ia terbatuk. Tak hanya gadis bertubuh seksi itu. Kedua temannya pun tampak menjengit kesal.

Astrid berusaha bersikap sewajar mungkin. Sejenak tatap tajam matanya bertemu sorot si Pemuda. K-kamu tadi abis dari rumah Olen? Ada Keysha gak di sana?

Gak ada. Jawab Davin pelan beralih mengambil jatah makanannya. Terkesan sedikit ketus lelaki penggemar anime tersebut menghadapi para perempuan. Tiada seorang pun menyangka, jika di balik celananya, si adik kecil tengah menegang hebat.

Dalam hal menyembunyikan birahi bergejolak, Davin memang ahlinya. Jujur, ingin rasanya ia menyetubuhi seluruh bidadari cantik yang ada di tempat ini. Menyemprotkan habis sperma kentalnya. Membuntingi Cheska, Sherry dan Giztha dengan benih-benihnya. Dan, oh, khusus untuk Astrid, ia ingin anak kembar dari rahim gadis berotak cemerlang itu. Bayi-bayi lucu dari sekumpulan gadis pujaan sekolah. Impian liar seorang Otaku akut bernama Davin, selain menjadi kaya dan terkenal.

Jadi, kapan nih dimulai bikin filmnya? Script ceritanya udah ada? Tentang kisah tragis pangeran sekolah bernama Radit yang terus menerus ditolak Fanny kah? Hahaha, canda Davin garing membuat tiada seorang pun di sana ingin tertawa.

Radit tampak menghela napasnya. Dengan suara tenang, dalam, dan maskulin mempesona, menerawang tajam suara gumaman pemuda itu.

Udah gak ada Fanny lagi di hidup gua, my friend. Gua udah lama lupain dia. Sekarang, gua cuma pengen memberi cinta, pada orang yang bener-bener memiliki cinta,

Bola mata Astrid seketika meredup. Tatapannya merunduk. Aneh, ia rasa bulu kuduknya terasa merinding. Jelas, kemungkinan besar kata-kata itu bukan ditujukan pada dirinya. Tapi, ah, ia yakin, suatu saat

———-

# Rumah Faruk, 14.00

Langit mulai mengelabu mendung di Bandung Utara. Angin dingin berhembus sedang sampaikan berita hujan. Sabtu sore menjelang. Dan, seperti biasa, hawa suasana di rumah besar bergaya mediteranian itu pun kembali senyap. Sudah menjadi jadwal rutin di akhir pekan bahwa si Pemilik Rumah pergi ke Jakarta, hingga pulang terlelah Minggu malamnya. Kinilah saatnya sang anak menjadi raja. Mbak-mbak Pembantu telah selesai bekerja meninggalkan lantai, karpet, kamar, serta seluruh ruangan yang bersih. Kembali saatnya si Bocah Cabul betingkah dewasa.

Sebongkah Honda City Z silver tampak berheti pelan parkir secara miring di depan pintu garasi. Santai dan cerah ceria rona wajah seorang Pemuda kala ia turun membuka pintu kemudi. Selain lelaki bergaya petarung jalanan tersebut, keluar pula sesosok gadis lembut berkacamata dari dalamnya. Jelas, dari penampakannya ia bukanlah perempuan nakal.

Siang itu, Dhira tampil sangat manis dengan mengenakan kemeja putih rapi, sweater rompi biru, serta rok lipit mini maroon kotak-kotak ala anak sekolah luar. Sepasang kaus kaki hitam panjang di atas lutut lekat ia kenakan, sesuai dengan musim yang mulai bersuhu rendah. Anyway, sebetulnya, sang Gadis ingin melapisi pahanya dengan rok yang agak panjang. Namun, demi mempesonakan mata lelaki yang baru menjemputnya di tempat les ini

Darn! Seksi banget kamu hari ini, Dhira. Jarang-jarang aku liat kamu pake rok pendek, bisik Faruk takjub seraya menggamit perempuan-nya menuju teras depan. Lirik matanya sekilas menggoda nakal. Dengan gerak cepat dan kurang ajar, tiba-tiba saja tangan sebelah kanannya beringsut ke belakang. Meremas kencang-kencang bongkahan pantat empuk milik Dhira.

Montok, hehehe,

.

Tiada sama sekali reaksi keberatan dari Dhira. Hanya pekat bersemburat padam wajah siswi mantan ketua klub literatur itu tertunduk malu. Kedua lengan halusnya bergoyang kecil di depan, menenteng tas selempang berisi buku-buku pelajaran. Arghh! Sungguh betapa manisnya gadis rumahan ini! batin Faruk girang menatap penuh hasrat.

Tiba di depan pintu, Faruk pun buru-buru merogoh isi kantong jaketnya. Ia lesakkan batang kunci rumah pada lubangnya. Agak sedikit sulit, memang. Tapi

Tampak Dhira terkikik geli sambil menutup mulutnya.

Faruk, hihihi, itu kan kunci mobil, Sayang. Gak bakal masuk!

———-

Ra, kamu udah makan belum? Kalo mau, ada sayur sop, tuh, di meja, tawar Faruk santai membawa sekaleng root beer dari dalam kulkas. Ia hempaskan tubuh berbentuk-nya di sofa depan TV di samping Dhira.

Gadis manis berkacamata itu sesaat mendelik malu. Menahan napas berat, serta getaran hati berdebar.

U-udah. M-makasih, Far.

Faruk terkekeh pelan. Kenapa, sih, Cantik. Kok, kamu keliatan tegang gitu?

G-gapapa, hehe,

Ah, yang beneeer? goda Faruk nakal seraya merangkul erat bahu Dhira. Kini, tubuh mereka lekat berdekatan. Kian merona merahlah muka si gadis berkawat gigi berdegup sesak. Pori-pori kulitnya merinding mekar.

Huffh, cape banget. Emang biasa macet, hari Sabtu, Faruk berdesah. Ngomong-ngomong, gimana, yah, kabar si Astrid? Gak biasanya dia bolos les, Ra?

Perlahan Dhira menggigit-gigit gugup bibirnya. Ia pusatkan sorot matanya agar tetap lurus menatap TV. Walau acara kartun komedi di sore itu sangatlah konyol dan menghibur, tetap saja membran pikirannya tak mampu mengenyahkan bayang lekukan tubuh sosok pemuda di sebelahnya. Faruk, lelaki ini, keindahannya sungguh galactical. Membius. Bahkan, kata-kata yang terlontar dari mulutnya pun tak sanggup ia cerna.

Eh? Uh? Astrid? Dhira sejenak menatap wajah Faruk. G-gak tau, tuh, Far. B-bilangnya, sih, ada acara bareng Cheska. Dunno. jawabnya cepat kembali menoleh ke arah TV. Namun, ada waktu sepersekian detik lirik matanya mengarah ke bawah, mencuri pandang ke arah selangkangan sang Pria.

Faruk terkekeh nakal. Sepertinya, ia menangkap delikan nakal tersebut. Pegang aja, Dhira, kalo kamu gak tahan. Kalo sendiri di rumah, aku emang sering kayak gini. Lebih nyaman, bisiknya dengan suara berat menggoda, membuat Dhira hampir meleleh.

Tentu saja hasrat gadis itu kini hampir meledak! Sejak keluar dari kamarnya beberapa saat lalu, Faruk memang hampir tidak mengenakan apa-apa! Betapa terpananya bola mata polos Dhira kala melihat lelaki itu muncul dari atas. Telanjang polos! Hanya mengenakan sehelai celana dalam bermodel sporty saja menutupi organ kelaminnya.

Otot-otot tubuh terlatih sang Lelaki tampak memancar indah terpantul cahaya lampu. Bahu, lengan, perut, kaki, semua kulit terlihat jelas! Bisa Dhira pandang dan nikmati pesona maskulinitas milik lelaki pujaannya ini. Dari balik kacamatanya, tampak bola mata sang gadis berkilat. Terutama, saat ia dapati gundukan besar itu. Dhira tahu, ada benda berurat nan gagah di balik kain penutup sana. Batang kemaluan Faruk. Batang kejantanan yang telah merobek mahkota kesuciannya, dan pernah membuat dirinya jalan mengangkang hampir lima hari.

Kamu gak khawatir, Ra, si Astrid jadi binal gaul ama mereka? tanya Faruk cuek meneguk kaleng root beer-nya. Seolah-olah tak peduli gundukan zakarnya yang besar mengacung memprovokasi birahi Dhira.

Ng-nggak. Astrid bukan cewek s-seperti itu, Far. Aku yakin, Astrid gak bakal kenapa-kenapa, terbata Dhira menjawab.

Gaul mereka gila and suka berburu cowok-cowok ganteng, lho, Ra. Maen-maen doang. Tebar pesona gak jelas di club-club elite.

Dhira tertawa. Hahaha, t-tenang aja. Astrid kayaknya lesbi, kok. D-dia benci cowok, hihihi.

Faruk terdiam dan lalu seteguk meminum soft drink favoritnya. Perlahan, ia mendekat dan berbisik di telinga Dhira. Terbelalak lebar mata perempuan itu mendengar apa yang Faruk katakan.

Cheska biseks. Dia emang punya cowok yang namanya Leo. Tapi, dia juga sering cumbu-cumbuan ama Sherry. Dia emang masih perawan. Tapi, berbahaya.

———-

# 19.30, Cheskas House

Firasat tak selalu benar. Bahkan, lebih sering menipu dalam kehidupan gadis beraura wajah cerdas ini. Namun, lain halnya bila sudah mengenai Dhira, sang Sahabat Tercinta. Seperti ada kekuatan tertentu dalam hatinya untuk bisa merasakan apa yang gadis itu tengah rasakan. Jika kini dirinya tiba-tiba dirundung resah tanpa sebab, maka, itu bukan tanpa sebab. Pasti, Dhira.

Astrid berbaring di ranjang baru-nya menatap langit-langit kamar. Seuntai lampu kristal menggantung indah hadirkan nuansa temaram. Bentangan ruang yang luas dan menyisakan sudut-sudut kosong ini sungguh terasa sunyi bila malam menjelang. Suara LED TV 42 inch di ujung sana seakan berbicara sendiri tayangkan berita hiruk pikuk politik dalam negeri.

Astrid menghela nafasnya penuh kegelisahan. Di layar kepalanya terbayang wajah Dhira. Lalu, mendadak muncul Faruk. Kemudian, Dhira lagi. Dan, Faruk kembali.

Ada apa dengan kedua orang ini? Apa yang terjadi dengan Dhira dan bajingan itu?

Lamat-lamat, sang Gadis mencoba menutup mata. Ia coba gali-gali perlahan cercahan lembar cerita mengenai Faruk dan Dhira. Astrid tahu, Faruk suka menggoda Dhira. Sudah berkali-kali begundal playboy tersebut tertangkap tangan menebarkan pesona menjijikannya. Dan, sudah ribuan kali pula Dhira menyatakan ketidaksukaannya.

Setidaknya, di depan Astrid.

Gak mungkin gak mungkin Dhira membohongi aku. Gak mungkin Dhira mengkhianati aku. Dia bukan gadis semunafik itu!

.

Bakal kubunuh bajingan itu kalau dia berani menyentuh Dhira, menyakiti hati Dhira.

Kamu GAK TAU apa-apa tentang Dhira, Faruk! Jangan ganggu dia! Jangan sakitin dia!

-Cklek-

Astrid serta merta terbangun dari rebahannya. Suara petikan pintu yang terbuka seketika membuyarkan lamunannya.

Cheska?

Sesosok perempuan berwajah tengil tampak berdendang pelan menginvasi ruangan. Masih membeliak terpana kedua bola mata Astrid ketika Cheska melangkah pelan memasuki kamarnya. Tanpa basa-basi ataupun sedikit menyapa, melenggang santai putri kesayangan konglomerat kenamaan Baskara Irzandi itu berjalan menuju ruang meja komputer, meninggalkan pintu yang ternganga lebar. Dibukanya laci sudut kanan bawah, mengambil sebuah tas kecil dari dalamnya.

Bukan hanya itu yang membuat Astrid merasa canggung dengan kehadiran Cheska di kamarnya. Selain tingkahnya yang dirasa kurang sopan, pakaian yang saat ini ia kenakan pun sangatlah tidak pantas!

Bila memang balutan kain-kain mungil yang menutupi tubuh seksinya kini bisa disebut pakaian.

No no no, itu bukan pakaian! Itu namanya bikini! Atau, two pieces swimsuit!

S-setan apakah gerangan yang merasuki bocah

Hey, Trid. Lo mo ikut hot tub party gak bareng kita-kita, gak? Ngobrol-ngobrol sambil berendem air panas gitu, deh. Would you?

Astrid tercekat. Gerak napasnya sekonyong-konyong berubah termegap berat. Mendadak saja gadis berkuncir pigtail lolita itu tersenyum dan berbelok mendekat. Bukannya menjawab pertanyaan Cheska, bola mata Astrid malah mengamati sekujur raga si Cantik Pemimpin Unicorns.

Eee ee a-aku… Apa kamu bilang? Hot tub party?

Praktis, hamparan kulit tubuh Cheska kini hampir bisa terlihat seutuhnya. Hanya seuntai kain bra berwarna pink beserta penutup selangkangan bermodel minimalis menutupi bagian-bagian kehormatannya.

Cheska memiliki ukuran tubuh sedang. Sedikit lebih tinggi dari Giztha, serta terlihat pendek bila disandingkan dengan Sherry. Berpostur agak ramping, namun memiliki lekuk panggul yang seksi plus bulatan pantat montok kencang. Jelas, semua terpampang! Kain pink bertali yang ia kenakan untuk menutupi pusat kemaluannya, sungguh mengetat sempit dan gagal menutupi apapun!

Helloooo! Ga usah segitunya kali, Trid, liatin selangkangan aku! sergah Cheska berlambai tangan mengagetkan Astrid. Bikini yang ini emang rada kekecilan. Gue dulu salah liat ukuran belinya. Mmm belahan memek aku keliatan, ya? tanyanya polos sembari tertunduk manyun. Kontan saja Astrid terperanjat bingar menghadapi perkataan cabul itu.

Cheska! K-kamu b-bukan itu maksud aku! bantah Astrid membelalak liar dengan rona merah padam. Sorot matanya sontak beralih menatap wajah si Nona Pemilik Rumah. Ia memekik. K-kamu kamu g-gak malu, apa, pake beginian di dalem rumah?! Kalo ada orang lain yang liat gimana?!

Cheska terkikik. Hihihi, lo lucu banget, deh, Trid. Ini kan rumah gua. Lagian, cuma ada perempuan aja, tuh, yang keliaran di rumah ini. Sama sekali gak ada laki-laki. Iya, kan? kilahnya.

Cuma ada perempuan? Astrid memicing.

Argh, benar juga. Laki-laki yang ada di rumah ini hanyalah Pak Andre dan Pak Mojo saja, satpam pribadi. Itu pun mereka selalu diam di area depan, siaga berjaga di pos gerbang. Selebihnya, hanya pembantu-pembantu yang umumnya wanita.

Hot tub-nya ada di luar rumah, kan? Di halaman belakang? Ruang terbuka? Astrid memastikan.

Cheska menarik napas. Sebelum menjawab pertanyaan Astrid, ia langkahkan kedua kaki mulusnya melintasi permadani sutera yang menghampar di sana. Di depan sebuah cermin besar bergaya eropa, ia telusuri keindahan tubuhnya sendiri. Mematut-matut bermacam posisi, menelisik segala senti.

Iya. Tapi, jangan khawatir. Ada bilik kayu dan tembok pembatas yang cukup tinggi, kok, di sana. Gak mungkin bisa diliat orang. Cuma kita bertiga, atau berempat aja kalo lo mo gabung. Gimana? Cheska tersenyum. Sangat manis. Mungkin, senyum termanisnya di hari ini.

.

.

Pelan, Astrid menggeleng. Nggak, deh. Aku di kamar aja. Aku nggak biasa ngelakuin hal gituan. Makasih, Ches. tolaknya dengan nada seramah yang ia mampu. Sejujurnya, ada selintas keinginan untuk mencoba kala Astrid melihat hot tub tersebut sewaktu pertama kali ia datang. Pasti nyaman dan menyegarkan, sejatinya. Namun, berempat? Bersama gerombolan Trio Unicorns yang kesohor aksi-aksi liar-nya? No way!

Ah! Kenapa? seru Cheska menyilangkan lengan di dada. Di sela-sela raut kecewanya, sekilas tertangkap oleh Astrid pancaran kilat aneh nan misterius di bola matanya. Hehehe I see I see. Selama ini, lo selalu ngeraba kenakalan remaja dari sisi luar, kan? Dari sisi anak-anak semacem lo? Pernah gak, sih, lo suatu saat tertarik ngeliat dari deket? Well, sekedar mencoba sensasinya? Gimana nikmatnya rasa terlarang itu? Uhm… penelitian, hihihi?

Deg! Astrid terhenyak. Seketika saja posisi duduknya di atas ranjang lekas menegak. Cheska memang bukan paranormal. Tapi, isi pikiran yang berhasil dikuak tentu akan mengagetkan siapapun.

.

Tak ada kata-kata dari Astrid. Hanya bisa memicing tegas gadis yang selalu menjaga moral dan kelakuan itu pada teman-nya.

Siapa bilang untuk merasakan kenikmatan seksual itu harus butuh laki-laki, Astrid. Harus kehilangan keperawanan, menyerahkan kehormatan pada lawan jenis? tukas Cheska santai balas memicing tajam. Were Unicorns, anyway. Kita selalu saling membantu dan menjaga rahasia. Clearly?

.

Gue janji, deh, Trid, bakal rajin belajar dan serius menghadapi ujian akhir nanti. Asal, lo ikut gabung ama kita, okaaay? Kali ini, Cheska merajuk manja disertai sorot puppy eyes. Namun, tetap tak menyembunykan garis vaginanya yang tercetak binal pada bikini bottom-nya. Puh-leeease?

Astrid menggeleng. Ia masih tetap pada pendiriannya. Nggak, Cheska! B-bukannya aku gak mau. Tapi, s-suasananya aja yang kayaknya kurang tepat, oke! tolaknya.

Hmmmh, Cheska membuang napas. Akhirnya, gadis itu pun menyerah. Oke, deh, kalo gitu, beringsut pelan kedua kakinya yang terbungkus sandal berhias kepala kucing terseret keluar kamar. Eh, anyway, gue udah cerita belom, kalo kamar ini well agak sedikit istimewa? Kembali, gadis itu menghentikan langkah, bertolak pinggang sebelah tangan di depan Astrid.

Hah? Istimewa? M-maksudnya? Dahi Astrid berkerut.

Cheska tersenyum. Iya. Dari jendela kamar ini, lo bisa ngeliat langsung ke arah hot tub tempat kita bersenang-senang nanti, paparnya menunjuk jendela kaca di sisi barat. Tepat di bawah jendela itu. Pas banget. Satu-satunya jendela di rumah ini. Pemandangan indah, hihihi.

Astrid segera memalingkan kepalanya, mengikuti telunjuk Cheska. Hah? Benar juga, ya! Tadi siang aku kan ngeliat-liat tempat itu dari jendela!

Karena lo udah gue anggap jadi bagian Unicorns, so gak masalah kalo lo liat pesta pribadi kita, lanjut Cheska penuh semangat menjentikan jarinya. Bahkan, Astrid yang sempat menyela pun dipotongnya.

Hey! A-aku

Di laci komputer bawah sana, gue udah sediain sesuatu buat lo, in case lo pengen suasana lebih pribadi. Cheska menyebutkan laci tempat ia mengambil tas kecil barusan, membuat Astridanak kesayangan Tante Fika, sahabat super dekat ibunya itusemakin keheranan.

.

Hmmmh, sayang sekali, yah, lo nggak gabung. Padahal, bodi kamu bagus banget, lho, Trid. Seksi. Bikin kita penasaran,

Kembali, batin Astrid berguncang. Entah sudah berapa kali tingkah seenaknya, mulut tanpa filter gadis bungsu keluarga Irzandi ini membuatnya terhenyak. Salah tingkah.

Apa kamu bilang? Seksi? Astrid terkekeh datar. Aku gak pernah mikirin hal begituan. Gak penting, sih, bagi aku.

Ah, udalah. Giztha ama Sherry udah nungguin di dalem hot tub, dengus Cheska acuh kibaskan tangan ngeloyor pergi. Sadar memiliki lekukan panggul yang indah dan montok, ia pun peranggun langkahnya di depan mata si Mantan Ketua OSIS.

Ah, eniwei, ngomong-ngomong, yang bilang bodi kamu keren dan seksi itu bukan gue, lho, Trid. Tapi, Faruk, hihihi. Makanya kita penasaran. See ya!

BRUK!

Pintu pun ditutup, meninggalkan Astrid yang membelalak kian tak karuan.

Author: 

Related Posts

  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Ngentot memek perawan anak angkat
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-8-300x400-325g9bf02ygvjudow37pje.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-12-300x225-325g98wj93t3yvg96rilfu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-12-300x225-325g98wj93t3yvg96rilfu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Pembantu cantik diiket dan dikentot
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_nwel2kDeHg1uao8ooo1_540-300x300-30pfkzsm7ws3yypm21fksq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Cerita Panas kesepian selama ditinggal suami
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_mjjp3zrS6X1rl5fsho7_1280-30o2ha7fn3x8cznt832vpm.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_mjjp3zrS6X1rl5fsho7_1280-30o2ha7fn3x8cznt832vpm.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Cerita Dewasa Once Upon A Time In Someplace – Part 19

Comments are closed.