Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 14

Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 14by on.Cerita Hot Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 14Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 14 BC.12 : Kemunculan Yang Tidak Diduga 8:35 AM, Kamar Hotel Om Bram Cahaya matahari mulai berusaha menyeruak masuk dari jendela kamar hotel yang ditutupi gorden berwarna gading. Huuuuuuuaaaaaaahhhhh.. Fika pun terbangun dari tidurnya. Sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya, Fika terduduk di atas tempat tidur dan tangannya sibuk menggaruk kepalanya yang […]

tumblr_nsozigZofa1u5rz5co1_500 tumblr_ntv0nxcyOa1rahhyfo1_540Broken Cinderlella(fika Maharani) – Part 14

BC.12 : Kemunculan Yang Tidak Diduga

8:35 AM, Kamar Hotel Om Bram

Cahaya matahari mulai berusaha menyeruak masuk dari jendela kamar hotel yang ditutupi gorden berwarna gading.

Huuuuuuuaaaaaaahhhhh..

Fika pun terbangun dari tidurnya. Sambil berusaha mengumpulkan kesadarannya, Fika terduduk di atas tempat tidur dan tangannya sibuk menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Rambutnya yang panjang kini menjadi kusut berantakan, matanya masih terlihat terkantuk serta kepalanya masih terasa sedikit pusing akibat alkohol semalam.

Hmmm jam berapa nih?… Aduh kepala gue masih pusing gara-gara minum semalam..

Fika pun bangkit dan berjalan dengan gontai kea rah kamar mandi, dilihatnya Om Bram masih terlelap di atas sofa sambil memeluk botol Chivas yang sudah kosong. Tubuh telanjang Fika pun terus berjalan kea rah kamar mandi, memamerkan sepasang payudara padat yang bergerak-gerak mengikuti hentakan kakinya.

Ahh kapok gw minum gituan hoooooaaaaammmm

Dengan wajah yang masih ngantuk Fika menyempatkan diri bercermin sambil sedikit merapihkan rambut kusut-nya. Setelah putus asa merapihkan rambutnya yang tidak kunjung rapih, tanpa mengunci pintu Fika pun berjalan ke arah klosen untuk buang air kecil.

Fika pun duduk di atas kloset tersebut, sseeeeerrrrr, sesekali matanya kembali tertutup menikmati buang air kecilnya ditambah rasa kantuk yang tidak kunjung hilang. Tangannya yang lemas berusaha menggapai shower yang tergantung di samping closet. Setelah berhasil menggapainya Fika pun mengarahkan shower tersebut ke arah vaginanya yang masih meneteskan sisa air.

Matiiiiiiii.mati gue..mati.!

Tanpa berani melihat Fika mulai meraba-raba vaginanya yang terasa berbeda. Dirasakan vaginanya begitu mulus dengan sensasi kasar sisa bulu yang tercukur. Perlahan-lahan Fika pun menundukan kepalanya untuk memastikan dugaanya tidak benar. Dan.

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!

Om Bram yang terbangun oleh teriakan Fika langsung bangkit dari sofa, botol Chivas yang di peluknya pun sampai terpental jatuh di atas karpet.

Cekleekkkbraaaakkk

Kenapa Fik?

Mengeetahui pintu yang tidak dikunci, Om Bram pun langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dilihatnya Fika sedang duduk sambil melihat kearah selangkangannya dengan histeris.

Om..kok gini Om.. Kok jembut Fika..?

Dengan ekspresi wajah panik Fika menoleh ke arah Om Bram yang tiba-tiba masuk. Sekejap ingatan Fika mulai kembali termasuk pembicaraanya dengan Om Bram sebelum ia tertidur pulas.

HahahahhaGimana? Rapih kan.? Tanya Om Bram cengengesan.

Om Tega banget sih! Rengek Fika.

Om Bram pun berjalan menghampiri Fika lalu berjongkok di hadapan Fika yang masih duduk di atas kloset. Perlahan tangan Om Bram bergerak ke arah vagina Fika yang mulus tanpa bulu. Dengan posisi duduknya di atas kloset maka membuat belahan vaginanya sedikit terbuka memperlihatkan tonjilan klitoris kecil yang mengintip diatas sepasang labia minora yang kecoklatan.

Heee bagus kan Fik jadinya bersih?..

eeengghhh.

Fika pun hanya mampu mendesah perlahan saat jemari Om Bram mulai menggelitik klitorisnya yang terasa begitu sensitif pagi ini. Rasa ngilu di vaginanya akibat penetrasi penis Om Bram yang besar dan panjang sebelumnya, seolah-olah membuat vaginanya terasa gatal saat mulai dijamah Om Bram.

Fik Tolong dong

Om Bram pun bangkit dan menyodorkan penisnya yang sudah segak mengacung dari balik celana pendeknya. Perlahan-lahan Fika pun menggapai kedua ujung karet celana pendek Om Bram dan melorotkannya hingga penis besar Om Bram kini mengacung tepat di hadapan Fika.

sleppphhhhsleeeppphhh

Perlahan Fika mulai memasukan kepala penis tersebut kemulutnya, lidahnya digerakanya menjiati lubang penis Om Bram. Tangan Fika pun mula bergerak mengocok penis Fika dengan satu tangan lainya mengelus klitorisnya sendiri yang kini sudah dibasahi cairan kewanitaanya.

Dengan cepat Om Bram menarik keluar penisnya, dan mengarahkan biji zakarnya untuk di lumat Fika. Fika pun mengerti dan langsung mengulum biji zakar yang dipenuhi bulu tersebut. Fika pun menghiraukan aroma kemaluan Om Bram yang mulai tercium di hidung nya.

FikBangun Om mau memek kamu

Tanpa menunggu persetujuan Fika., Om Bram pun mengangkat tubuh Fika dan langsung membalikan badan Fika yang telanjang ke arah tembok kamar mandi. Lalu dengan tanganya Om Bram menaikan sebelah kaki Fika ke atas bibir kloset.

AAaaagggggg..OmPelan-pelaann.aaangghhkhh ngilu

Fika pun mulai menjerit-jerit saat penis panjang besar Om Bram menusuk vaginanya yang masih ngilu dari belakang.

Dalam posisi ini, vagina Fika yang sempit cukup menyikasa penis Om Bram yang serasa dijepit oleh tumpukan daging lembut yang basah.

Aaggggghhhaaahhh.. terus Omahhhh

Seakan tak mau ketinggalan kedua tangan Om Bram langsung meremas kedua payudara Fika yang berguncang-guncang mengikuti irama sodokan Om Bram.

aaaaaHHHHHh OmOmOmudahh.BenTAAAAARRR AAAAAAAAAAHhh

Tak lama Fika pun mengalami orgasme, vagian Fika yang berkedut-kedut di penis Om Bram membuat Om Bram semakin bernafsu menhentakan penisnya masuk kedalam vagina sempit FIka.

Fika yang tak kuasa menahan rasa ngilu bercampur nikmat, hanya mampu pasrah menerima sodokan Om Bram yang seakan-akan ingin merobek vaginanya yang begitu terasa sensitif setelah orgasmenya.

Fik Om mau keluar.. cepat hisap..

Om Brampun kembali mendudukan Fika di atas kloset, lalu dengan kedua tanganya Om Bram menggerakan kepala Fika maju-mundur menghisap penisnya. Lidah Fika yang terasa kasar dan basah serasa menggelitik bagian bawah batnagpenis Om Bram, membuat Om Bram pun tak kuasa menahan nikmat tersebut.

FikOm keluarin di dalam mulut kamu yah?

hhheeehmmmmm

Fika pun mengedipkan matanya, tanda setuju. Dan croooootttttcroooottttcrooottt. Seperma Om Bram muncrat di dalam mulut Fika, hinga membuat beberapa tetes sperma tersebut tertelan oleh Fika.

Seolah-olah ingin merasakan kenikmatan lebih lama, Om Bram tersun menahan genjotan penisnya di mulut Fika, membuat sebagian sepermanya mengalir keluar dari sudut bibir Fika yang di sesaki penis besar Om Bram

Setelah mendapatkan Orgasmenya Om bram pun duduk terlemas di ujung bathube kamar mandi. Fika pun ikut bangkit dan membungkukan tubuhnya untuk memuntahkan sperma Om Bram ke dalam lubang kloset.

Puuueeeehhh.ohokhh..ohokkkh

Sesekali Fika mencoba memuntahkan sebagian sperma Om Bram yang tertelan. Sambil mencoba membilas mulutnya dengan air. Dilihatnya Om Bram sedang sibuk mengisi air di bathube.

Fik. Sini..

Om Bram pun mengundang Fika untuk masuk ke dalam bathtube bersama Om Bram yang terlebih dahulu duduk bersandar di dalam bathube.

Bentar Om.. Fika sikat gigi dulu

hahahha gak apa-apa mulut kamu gak bau kok Ujar Om Bram

Bukan.gak enak banget masih kerasa sperma Om nihh.. Jawab Fika dengan wajah merengut.

Setelah selesai berkumur membilas pasta gigi di multnya Fika pun berjalan kea rah Om Bram yang sedari tadi menunggu di dalam Bathube. Dengan perlahan Fika masuk ke dalam bathube dan duduk di pangkuan Om Bram.

Penis Om Bram yang sudah mengecil masih terasa mengganjal tepat di belahan pantat Fika. Perlahan Fika pun bersandar di pundak Om Bram karena merasa relax akan air hangat yang merendam tubuhnya.

Om Bram pun dapat melihat tubuh telanjang Fika yang sedang bersandar di dadanya. Kedua payu dara Fika terlihat samar-samar mengambang dan bergerak-gerak di dalam air. Kulit pundak Fika begitu terasa halus di dada Om Bram yang sedikit berbulu. Ditambah lagi aroma tubuh Fika yang has mulai tercium dari leher jenjang Fika dengan sedikit rambut yang menempel.

Fik.. Maaf yah? Om semalam mabuk tapi untung memek kamu gak terluka Bisik Om Bram di teling Fika.

Fika yang tadinya terpejam pun bangkit dan menoleh ke arah wajah pria paruh baya berambut putih disampingnya.

Nakalweee ledek Fika menggemaskan

hahahahhaha..Gak apa-apa kan FIk jadi lebih mulus loh

Ujar Om Bram sambil meraba permukaan vagina Fika yang kini bersih tanpa bulu. Fika pun kembali bersandar dan memejamkan matanya membiarkan tangan Om Bram mengelus lembut permukaan vaginanya.

sleeeepppp Tiba tiba Om Bram memasukan jari tengahnya ke lubang vagina Fika sambil tangan satunya menggosok klitoris Fika.

emmmmmmmhhhhhhh ..

Fika pun mendesah sambil sedikit mengangkat tubuhnya dengan kepala yang mendengak keatas. Tangan Fika yang sebelumnya berada di pinggiran bathube kini mulai mencengkram erat pergelangan tangan Om Bram.

Eeemmmhhhh.Diapain lagi eemmmnghhh memek Fika Om? Aaaaaaaaaahhhhhh.

Fika pun mengeliat tidak beraturan, dengan mata yang terpejam dan bibir bawah yang digitnya sendiri. Seolah-olah senang meliah Fika yang kian meronta menahan rasa nikmat di vaginanya, Om Bram semakin mempercepat kocokannya di vagina Fika.

Om Om. CiumCium..Emmppphhh

Seperti kesetanan bibir Fika memburu bibir Om Bram dan melumatnya dengan ganas tangannya pun bergerak memegangi tekuk Om Bram, menahan kepala Om Bram agar tidak melepas ciumanya. Dengan sengaja Om Bram hanya terdiam menutup mulutnya membiarkan Fika terus melumat bibirnya yang semakin basah oleh air liur Fika.

eenggghhhhhhOm..Fika mau Engggglidahemmhhhh

Fika merancu memohon agar Om Bram memuka mulutnya sambil terus menjilati bibir Om Bram yang kini hanya tersenyum. Seolah ingin menyiksa Fika dalam birahinya lebih lama, Om Bram mulai memelankan kocokan jari tengahnya, merasakan setiap senti dinding vagina Fika yang terasa begitu lembut dan licin. Membuat Fika semain mengelinjang hebat, Pinggulnya kini mulai terangkat-angkat mencari kenikmatan dari jari Om Bram yang bergerak perlahan.

aaaaakkhhhOm ..please.pleaseee .pleaseee.aaaaaanngghhh

Fika pun menghentikan lumatanya, dan menganguk memohon kearah Om Bram dengan wajah yang begitu memelas. Om Bram yang melihat ekspresi memohon bercampur nafsu FIka mulai kembali menggerakan jarinya lebih cepat mengocok vagina Fika.

Eemmmmhhh.astaga aakkkhhhh..astagaeemmggg.Omawwwwhhhh

Fika pun kembali menjerit sambil mendengakan kepalanya, ketika merasakan gerakan jari tangan Om Bram begitu nikmat di vaginanya.

Om..grepe Fikaaaanggghh.. Om..cepeeeeet.eemmmhh.

Fika pun meracu sambil mengarahkan salah satu tangan Om Bram tepat diatas payudaranya. Sambil menekan-nekan tangan Om Bram agar mau meremas payudaranya.

Om.pleasee.. aaangggghpleaseeeeeee..

Fika kembali memohon karena dengan sengaja Om Bram tidak menggerakan tanganya yang berada dipayu dara Fika.

RemaasOm.hah hah.. emas Om remas toket Fikaaaaa..aaaaanggghhh

Setelah puas menjahili Fika, Om Bram pun mulai meremas payudara Fika sekencang-kencangnya. Membuat payudara Fika yang pas ditangan Om Bram terlihat ingin pecah saat diremas dengan kuat oleh Om Bram

Setelah puas meremas payudara Fika, Om Bram mulai memilin putting Fika yang sudah mencuat menantang.

Kcepleeekk kecepkeeee

Aaaagggghhh. Teruss. Ahhhh.pentil FIka .anggghhh..teruss ompenntiillll terusss akhhhh ooooom.

Suara air terus mengiringi erangan dan geliat tubuh Fika yang sudah tak terkendali. Dan akhirnya..

AAAAAAAAAAAANNNNNNNGGGGHHHHHHHH.

Fika pun menjerit panjang dengan pinggang yang terangkat dan kepala yang mendengak keatas. Orgasme yang sungguh nikmat segaligus menyiksa Fika pun akhirnya datang.

Dengan cepat Om Bram menarik jarinya dari dalam lubang vagina Fika lalu mengarahkan ke arah mulut Fika yang masih terbuka mengatur nafasnya. Dengan perlahan dimasukannya jari tersebut kemulut Fika dan memeperkannya pada lidah Fika. Fika pun hanya terdiam mencoba mengumpulkan kesadaran.

Heeee Kamu mandi dulu FikNanti kita sarapan bubur ayam special, langganan Om

..

Om Bram pun bangkit dan keluar dari kamar mandi, meninggalkan Fika yang kini meringkuk memeluk kedua kakinya sanbil memandangi samar-samar vaginanya yang terlihat asing di dalam air.
Setelah satu setengah jam berlalu, Kini Fika dan Om Bram sedang duduk berhadapan di tengah hiruk pikuk aktifitas salah satu Foodcourt di bilangan Jakarta selatan.

Fikkok diam saja? Lapar yah? Tanya Om Bram memecahkan kebisuan

Eh.. Sesedikit Om.. Jawab Fika dengan senyum dipaksakan.

Fika terdiam karena bulu-bulu pendek kasar sisa bulu vaginanya yang dicukut terus bergesekan dengan permukaan celana dalamnya. Fika yang tidak terbiasa dengan hal itu menjadi merasakan sedikit gatal di pangkal pahanya.

Om Mau ke toilet sebentar yah? Nanti kalau buburnya datang, kamu langsung makan saja yah?

iya Om..

Om brampun bangkit dan pergi meninggalkan Fika yang mulai celingukan mengamati kumpulan orang yang sedang sibuk dengan makanan di meja.

Setelah beberapa lama, Om Bram pun tidak kunjung kembali. Membuat Fika yang juga ingin buang air kecil mulai resah memandangi toilet yang berada cukup jauh di ujung foodcourt.

Maaf Fik.. lama yah? Ngantri tadi..

Gak apa-apa kok Om..

LohFik.. Belum dateng buburnya?

Belum Om..

HmmLagi ramai berarti Kamu harus coba loh Fik Ini langganan Om dari dulu

Segitu enaknya Om? Emang bedanya apa? Tanya Fika mulai tertarik.

Yah..Gak ada yang istimewa.. Isinya sih sama kaya bubur ayam lain, Tapi dijamin enak. Kamu pasti sukahahahhaa

Jadi penasaran Om..

Tunggu saja sebentar lagi..memang agak sedikit lama.. Anak-anak Om juga selalu tidak sabar seperti kamu Fik..hahaha Ujar Om Bram kembali menertawakan sesuatu yang tidak lucu.

Om sering ke sini sama anak Om?

Yah..begitulah mereka senang dengan suasana ramai disini terlebih lagi bubur ayamnya enak.
Maaf Om.. Fika ke kamar kecil dulu yah?

Oh yaudah.. Kamu tau kan tempatnya Ujar Om Bram yang sedang sibuk menyulut rokok di selipan bibirnya.

Setelah mengangguk kecil, Fika pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah toilet. Namun saat Fika ingin masuk kedalam toilet Duuukk Kakinya menyandung sesuatu hingga tubuhnya pun kehilangan keseimbangan.

Dan tiba-tiba Beetttt seseorang menangkap tangannya. Dengan reflek Fika pun menoleh kearah datangnya tangan tersebut.

Heeeee.. sssttt sini bahaya kalo si tua Bangka itu liat kita.

Dengan cepat tangan tersebut, menarik tubuh Fika ke sebuah lorong di samping toilet.

Hehkenapa melotot gitu?Biasa aja dong? Fik.. woy..woy Fika!

GI….GILANG?

Author: 

Related Posts

  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/10-5-330dmwlec818ikfj193cp6.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Tante sange Obok Memek Sendiri
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_14big-32qlbryr2q9ffqhg2wnu2y.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_01big-32qlbi5xfwoqny9g1c8owa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/141883_01big-32qlbi5xfwoqny9g1c8owa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Foto Ngentot Gadis Asia Perawan
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/8-32p6f8bdiw8islkw9jyznu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/2-32p6f3jhjrzd6r7rmmy2oa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/2-32p6f3jhjrzd6r7rmmy2oa.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Jilat dan Entot Memek Merah Murid Tercantik
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/196136_02big-32i0ayz1hd3goj7imn8p3e.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/196136_02big-32i0ayz1hd3goj7imn8p3e.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/196136_02big-32i0ayz1hd3goj7imn8p3e.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Om ganteng jilat memek perawan abg

Comments are closed.