Kisah Dewasa 4 Hearts & A Fool – Part 7

Kisah Dewasa 4 Hearts & A Fool – Part 7by on.Kisah Dewasa 4 Hearts & A Fool – Part 74 Hearts & A Fool – Part 7 Suasana di komplek perumahan rumahku, sudah cukup sepi. Karena jam sudah menunjukkan waktu pukul 11 malam lewat. Saat hendak parkir mobil, aku melihat mobil suami ku sudah terparkir di rumah. Papa kok belum tidur?, Aku menyapa suami ku saat aku memasuki rumahku. Aku melihat suamiku lagi nonton […]

multixnxx-Asian, Toys-11 multixnxx-Asian, Toys-124 Hearts & A Fool – Part 7

Suasana di komplek perumahan rumahku, sudah cukup sepi. Karena jam sudah menunjukkan waktu pukul 11 malam lewat. Saat hendak parkir mobil, aku melihat mobil suami ku sudah terparkir di rumah.

Papa kok belum tidur?, Aku menyapa suami ku saat aku memasuki rumahku. Aku melihat suamiku lagi nonton TV di ruang keluarga.

Iya nih ma, kan sekalian nunggu mama pulang, sahut suami ku. Aku segera menghampiri nya dan mencium pipi nya layaknya seorang istri kepada suaminya.

Kok lama kamu ma? Banyak kerjaannya di kantor?, tanya suamiku kepadaku.

Ga terlalu sih pa, cuma ampe jam 8 kok di kantor, tapi trus aku makan-makan ama anak-anak tuh, si Rani ulang tahun. Biasa pada nodong makan-makan. Karena kita hampir semua lembur, jadi lah ngerayain nya makan malem deh. Baru selesai ngobrol-ngobrol jam 10an deh. Besok kan hari Sabtu, jadi pada ga masalah pulang malem hari ini., Jelasku sedikit berbohong kepada suamiku.

Aku tidak bilang sekedar lembur saja, entah kenapa aku merasa harus berbohong yang sedikit sesuai kapan aku keluar dari kantor. Karena bisa saja suami ku tiba-tiba iseng telepon ke kantor mencariku. Malah jadi runyam kalo ketauan bohong.

Kemudian aku teringat akan kata-kata Rangga kepadaku tadi di mobil sehabis kami bercinta. Yah aku tadi bercinta dengan Rangga. Seorang pemuda bawahanku di kantor. Aduh kenapa aku bisa bercinta ama dia ya, tapi anehnya aku tidak merasa menyesali telah melakukannya. Aku bahkan merasa bahwa ini merupakan keputusan yang tepat.

Rangga mengingatkan ku agar berusaha merubah kebiasaan ku terhadap suami ku. Dimana yang tadi nya agak cuek, sekarang harus mulai memberi perhatian lebih. Seperti sekarang ini, biasanya pulang kantor, ketemu suami ku, ngobrol sebentar, trus bersih-bersih di kamar mandi, liat keadaan anak ku yang lagi tidur, terus tidur deh. Begitulah kebiasaan ku tiap aku lembur.

Kamu uda makan pa? kamu nyampe rumah jam berapa pa?, tanya ku berusaha untuk lembut dan perhatian. Walau dalam hati aku masih ada sedikit rasa dongkol sudah di selingkuhi oleh suami ku. Namun aku juga sadar, hari ini pun aku sudah menyelingkuhi nya juga dengan bercinta dengan Rangga tadi.

Jam 8 an kayanya tadi ma. Udah makan lah ma jam segini., Jawab suami ku tanpa melihat ke arah ku.

Tahan diri Liana, tahan diri, jangan ketus apalagi marah. Aku berusaha menahan diri suami ku menjawab acuh tak acuh seperti itu. Karena aku juga menyadari, suami ku bisa seperti ini mungkin karena kurangnya perhatianku kepadanya juga.

Kemudian aku merasakan sesuatu mulai merembes di sela-sela paha ku. Aku cukup kaget. Ternyata sperma Rangga masih tersisa banyak sekali, hingga celana dalam ku pun tidak mampu menampung tumpahan sisa spermanya, yang tadi sempat terisi penuh ke dalam rahim ku. Padahal sudah dibersihkan sebelumnya.

Ohh..ya uda mama mao ganti baju ama bersih-bersih dulu ya pa, Ujarku, lalu aku bangkit berdiri dan mencium keningnya pelan. Suami ku cukup terkejut melihat aku mengecup keningnya seperti itu.

Dan saat dia terkejut, aku juga langsung mencium bibirnya dan melumatnya pelan. Dan saat melepas ciuman ku, aku tersenyum dengan senyuman menggoda ku yang tadi di ajarkan oleh Rangga. Aku lalu mengecup lagi pelan bibirnya sebelum berjalan ke arah kamar kami.

Apakah aku berhasil membuatnya terkejut ya? Aku bertanya-tanya sendiri di dalam hatiku.

Sebelum masuk ke kamar ku, aku menyempatkan diriku untuk melihat kamar anak ku, Lukas. Pangeranku di rumah dan kehidupanku. Aku masuk dengan perlahan, dan mengecup keningnya. Bobo yang nyenyak yah sayang, bisik ku kepadanya.

Di dalam kamar ku, setelah merapihkan bawang bawaan ku, aku sedang memilih baju buat aku tidur. Pilih baju yang paling seksi yang mba punya, jangan pake CD ama BH nya lagi ya mba., begitulah pesan Rangga yang terngiang di kepala ku, saat sedang memilih baju.

Aku lalu memilih sebuah baju tidur baby doll transparan berwarna putih. Aku sudah lama sekali tidak memakai baju ini, pikirku. Dulu aku hanya sekali memakai ini, waktu kami baru menikah. Itu pun aku masih memakai BH dan celana dalam. Namun kali ini Rangga memintaku untuk tidak memakainya saat memakai baju tidur ini. Wah puting dan bulu kemaluanku pasti akan langsung berbayang nih, pikirku.

Aduuuhhh, aku malu banget sebenernya mao ikutin saran Rangga. Tapi, bener kata Rangga. Kalo aku ga mao berubah, maka ga akan ada yang berubah dari hubungan aku dengan suamiku. Lagian, dia suami ku sendiri, kupikir. Dengan Rangga aja tadi aku bisa, masa dengan suami ku sendiri aku malu sih, pikirku lebih lanjut, sambil menguatkan tekad ku.

Akhirnya dengan sedikit kupaksakan diri ku sendiri, aku membawa baby doll ini ke kamar mandi, sebagai baju ganti yang akan aku pakai malam ini. Hmm..apa pendapat suami ku ya kalo ngeliat ini. Pikirku.

Di dalam kamar mandi, aku segera membuka semua baju yang melekat di tubuhku. Aku berdiri di depan kaca, sambil berpose dan memandang tubuh telanjang ku. Aku sedikit tersenyum. Ternyata tubuhku memang benar masih seksi dan menggoda ya. Seperti kata Rangga.

Aahh…mengingat Rangga, aku merasakan vagina ku langsung terasa lebih basah lagi. Sperma Rangga bahkan sudah merembes hingga ke belakang lutuku.Aku jadi membayangkan lagi sentuhan Rangga, cumbuan Ranggah, jilatan nya, bahkan goyangannya saat mengayuh tubuhku tadi…aaaahhh…aku kok jadi terangsang lagi yah. Ingin sekali lagi merasakan pergulatan kami tadi lagi.

Aku mengingat lagi kejadian saat di mobil tadi. Saat aku yang sudah tidak bisa menahan diriku lagi. Menahan gairah birahi ku yang meluap-luap saat Rangga menceritakan apa yang harus di lakukan dalam berhubungan sex. Membuatku dengan liar menarik tubuh Rangga, dan melumat bibirnya.

Aku menjadi sangat kagum kepada Rangga saat dia masih bisa mengendalikan dirinya, dengan menahan tubuhku yang begitu haus akan sentuhan dan cumbuan seorang pria. Rangga mengingatkan ku agar aku tidak terbawa emosi sesaat, dan mengajak sembarangan orang untuk berhubungan badan.

Hihihi…Rangga salah. Aku memang sudah sedikit sayang kepadanya, entah kenapa. Mungkin karena tiap hari kami selalu bertemu dan bekerja bersama, membuatku perlahan tanpa sadar mulai menyayanginya. Hingga tanpa sengaja, nasib menuntun kami berdua untuk menjadi lebih dekat tanpa kami sangka-sangka.

Saat aku menjelaskan kepada Rangga, bahwa aku saat itu benar-benar menginginkan Rangga untuk menggauli ku, saat itu lah seolah belenggu yang mengikat Rangga, terlepas. Kata-kata ku seolah menjadi sebuah kunci buat rantai yang mengikat Rangga. Sehingga setelah rantai itu terlepas, Rangga bagaikan terlepas dari sangkarnya.

Aahhhh Ga, cumbuin saya Ga, ajarin saya nakal dan sensual Ga, bisik diriku, saat Rangga sedang mencumbu leher dan area telinga ku.

Aku ga pernah nyangka ucapan itu bisa keluar dari mulutku. Apalagi dengan orang yang bukan suamiku. Ihh…ternyata Liana nakal yah, pikirku geli.

Rangga kemudian mulai aktif menjamahi seluruh bagian tubuhku. Bangku ku langsung di rebahkan. Dan Rangga mengajak ku untuk pindah ke bangku belakang, agar kami lebih leluasa dan tidak terlihat dari depan.

Rangga menatap wajahku dengan tatapan yang tidak pernah aku lihat kalau di kantor. Mungkin seperti inilah tatapan mata Rangga saat dengan kekasih nya, pikirku. Tatapannya begitu meneduhkan hati. Tanpa sadar, aku mengusap kepalanya, bagaikan mengusap kepala kekasih ku.

Rangga langsung tersenyum, dan langsung mulai melumat bibir ku lagi. Ciuman Rangga terasa begitu lembut dan pelan, seperti sedang menikmati hidangan mewah. Berbeda sekali dengan ciuman suami ku yang penuh nafsu.

Ciuman Rangga yang pelan dan lembut ini justru malah membangkitkan gairah ku. Aku menantikan ciuman yang lebih bernafsu, namun Rangga terus mempermainkan emosiku, dengan bergerak kadang melumat habis bibir ku, kadang perlahan lagi hanya dengan lumatan pelan atau bahkan mengecup bibrku. Aaaahhhh…aku menjadi tidak terkendali gairahku.

Mmmmmfff…sssshhhh…mmmmmfff, Aku yang langsung melumat habis bibir Rangga, sambil kedua tanganku terus meremasi rambut Rangga, hingga acak-acakan.

Betul begitu mba, mba harus berani aktfi saat ama suami mba. Jangan cuma jadi pihak yang pasif mba. Terusin mba, terus ikutin gairah mba yang meluap-luap. Biarkan letupan itu menggerakkan tubuh mba.. Bisik Rangga di kupingku, membuatku menjadi menggila.

“A-aku malu Ga..a-aku ga biasa Ga”, bisik ku lirih.

“Ga perlu malu mba, kalo ama orang yang mba cinta, ga perlu malu. Berikan lah dia kejutan mba. Biarin gairah mba Liana yang bekerja, mba hanya mengarahkannya ke bagian yang tepat aja mba”, bisik Rangga, yang justru membuatku merasa sangat bergairah.

Aduuhh..aku malu sebenernya, tapi hati kecilku menginginkannya.

Kemudian aku akhirnya berusaha memberanikan diri ku. Aku mulai menciumi wajah Rangga dengan agak nakal dan penuh gairah. Bibirnya aku lumat habis.

Aaahhhh..ssshhhh…ternyata rasanya luar biasa kalo kita yang aktif. Walau rasanya malu sekali, namun aku terus membiarkan tubuhku yang penuh gairah, yang bergerak.

Aku bahkan mulai berani menciumi leher dan dada Rangga. Aku membuka kancing kemeja Rangga, dan perlahan bibir ku mulai menjelajahi dada Rangga. Jantungku berdebar-debar kencang sekali.

“Aaahhh..enak mba, arahin agak ke bagian puting mba, persis seperti yang suami mba lakuin ke mba”. Bisik Rangga sambil terus mengarahkan ku.

Aku menyukai parfum yang Rangga pakai. Terasa melebur dengan aroma tubuhnya, membuat gairahku menjadi meluap-luap.

Di dalam kamar mandi, aku yang mulai terangsang lagi, langsung duduk di atas kloset, dan mulai menggesek-gesek kan bibir vagina ku yang sudah basah lagi. Dan aku terus membayangkan kemesraan ku dengan Rangga tadi.

Saat aku sedang menciumi dada Rangga, tangan Rangga mengarahkan tangan ku agar kembali masuk ke dalam celananya, dan mulai memainkan batang kemaluan-nya. Terasa keras sekali seperti batang kayu.

Tiba-tiba Rangga menghentikan ku, membuatku bingung apa yang Rangga inginkan.

“Cukup mba..haahh..haahh..sekarang mba buka pakaian atas mba. Tapi bukan sekedar buka mba, mba harus buka baju dengan gerakan yang perlahan dan menggoda. Mba harus bisa belajar memainkan gairah pasangan mba.”, bisik Rangga.

Aku terus terang bingung dan malu sekali. Biasanya suami ku yang aktif, termasuk membuka seluruh pakaian ku. Apalagi aku sekarang harus membuka baju ku dengan gaya seksi, di hadapan seseorang yang menjadi bawahan ku di kantor.

Aduuhh..hampir ga tahan rasanya menahan malu. Namun tatapan lembut Rangga seakan memberiku semangat lebih untuk melakukan apa yang Rangga minta.

Hufff..aku menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya pelan, untuk menguatkan tekadku lagi. Aku kemudian bangkit dan duduk di atas tubuh Rangga. Peluh kami mulai bercucuran di dalam mobil yang cukup panas yang jendelanya aku buka sedikit saja, biar ada hawa udara masuk.

Aku perlahan mulai membuka sisa kancing kemeja ku yang tersisa, karena 3 kancing bagian atas sudah dilepaskan oleh Rangga.

“Hmm..kurang seksi dan kurang menggoda ma. Terlalu kaku mba. Coba ulangin lagi mba, biar mba dapet feel nya gimana gerakan membuka baju yang menggoda, namun terlihat natural.”, ujar Rangga pelan.

Mba bayangkan lewat imajinasi mba Liana. Mba itu cantik. Mba itu seksi. Berikan tatapan yang paling nakal dari mata mba Liana. Bayangkan, betapa mba Liana merasa begitu seksi di hadapan pria yang membuat mba Liana bergairah. Gerakan tubuh mba Liana. Sedikit menari dengan gaya sensual mba sambil membuka pelan-pelan kancing baju mba. Goda pasangan mba. Mainkan birahi nya., Ujar Rangga lagi, terus mengarahkan ku.

Udah..ga perlu saya jelasin terlalu detil mba. Biarin insting wanita mba yang ambil alih mba, Ujar Rangga lagi.

Aku kemudian memejamkan mataku sambil mengatur nafas ku. Aku membayangkan dalam imajinasi ku, bagaimana aku begitu sensual. Bagaimana gerakan yang harus kulakukan.

Dan akhirnya aku membuka mata ku pelan. So let my imagination do the thing huh?, well I hope you can take it Ga. Pikir ku nakal.

Mata ku sedikit menyipit dengan pandangan penuh gairah dan nafsu. Aku sedikit menggigit bibir bawah ku. Dan aku menggerakkan bahu ku, membuat gesture nakal di hadapan Rangga. Aku terus menatap Rangga dengan tatapan yang paling nakal yang pernah terpikirkan dalam imajinasi ku yang paling liar.

Ohhh…shittt, desis Rangga yang terpana melihat ku. Hihihi, this is nothing Ga. Let me show you whats the meaning of naughty for me. Pikirku semakin nakal.

Kemudian perlahan aku mulai turun menuju wajah Rangga. Dan saat bibir ku akan menyentuh bibir Rangga, dan Rangga sudah siap menyambut bibir ku, aku menahan gerakan ku, sehingga bibir Rangga seperti terangkat di udara. Aku tersenyum nakal, dan menghembuskan nafas ku pelan ke arahnya.

Dan aku malah mengecup dagu nya dengan lembut, kemudian menyusuri lehernya, sambil menggesekkan payudara ku di dada Rangga. Ooohhhh..sssshhhh, Rangga pun mulai mendesis.

Tangan Rangga ingin menggapai payudara ku, namun aku segera bangkit duduk lagi sambil tersenyum nakal dan menatap wajahnya dengan pandangan genit. Aku kembali menggigit pelan bibir bawahku.
Mba..Lianaaa…, aku melihat Rangga begitu terpesona melihatku.

Dan aku masih terus tersenyum genit, saat aku mulai sedikit menari-narikan bahu ku perlahan sambil satu demi satu, mulai melepaskan kancing baju ku. Dan saat sudah terlepas semua, aku tidak langsung membuka kemejaku.

Aku kembali maju ke arah wajah Rangga, dan mulai mengarahkan payudara ku ke arah wajah Rangga. Mulut Rangga pun seperti tadi, sudah langsung bersiap melahap payudaraku. Namun aku terus menghindari mulutnya, dan menggesek-gesekkan payudara ku di sekujur wajah Rangga.

Gimana Ga? Segini seksi dan sensual ga Ga?, bisik ku sambil mendesah di telinga Rangga.

Gilaaa…mba Liana seksi bangett..saya ga tahann nih mba..cuma tadi gerakin bahunya kalo bisa lebih luwes lagi mba., Ujar Rangga, yang terlihat begitu tersiksa atas permainanku. Hmm..ternyata aku cukup bisa membuat Rangga terhanyut. Aku ternyata seksi juga yah. Hmm.

Aku kemudian kembali mengarahkan payudaraku ke mulut Rangga, dan berhenti saat puting payudara ku berada tepat di depan mulut Rangga. Aahhhhhh Gaaa…ssshhhh, desis ku pelan, saat sapuan lidah Rangga dengan perlahan menyapu bagian sensitif di payudara ku. Dan memainkan puting ku yang sudah mengeras dengan lidahnya.

Setelah aku merasa sudah tidak tahan dengan rasa gelinya, aku memindahkan dari payudara kanan ke payudara kiri. Begitu berulang-ulang, hingga akhirnya Rangga menarik turun tubuhku, dan langsung melahap dan mengulum dengan cukup keras putingku. Membuatku desahan ku langsung menggila.

Oooohhhhh….aaaaahhhh..Gaaa…gelihhh…ssssshhh hh, Aku terus mendesis sambil meremas-remas rambut Rangga, dan semakin menekan kepalanya ke payudaraku.

Tangan Rangga tiba-tiba menuntun tangan ku, agar mengarahkan tangannya ke payudara ku. Kalo mba uda sangat bergairah, jangan malu buat narik tangan suami mba, buat remes-remes ama maenin puting mba, bisik Rangga.

Ihh..kan dia bisa langsung ngeremes sendiri Ga?..aaahhh…geli sayang, Bantah ku masih sambil menikmati kuluman bibir Rangga di payudara ku. Ihh tanpa sadar aku memanggil Rangga dengan sebutan sayang. Jadi malu nih.

Iya..tapi kan lebih seksi kalo mba yang narik tangan suami mba, trus mba ngeremes-remes tete mba sendiri melalui tangan dia mba. Ayo coba deh mba, Ujar Rangga lagi menyemangati ku. Aduuhhh…malu banget rasanya aku di minta aktif gini.

Aku sedikit menahan malu sebentar, sebelum mulai menarik tangan kiri Rangga, dan menaruhnya di payudara kiri ku. Sementara bibir Rangga terus mengulum payudara kanan ku.

Aaaaahhhhh…Gaaaa…remes yang kuat tetek mba, Desis ku sambil sedikit memekik, saat Rangga mengenyot dengan kuat payudaraku, sementara tangan kirinya meremasi payudara kiri ku. Aku bahkan ikut meremasi tangan Rangga agar meremas payudara ku lebih kuat lagi.

Pinggulku bahkan ikutan bergoyang menggesek-gesek kan vagina ku yang sudah sangat gatal dan basah, ke batang Rangga yang kurasakan sudah keras.

Tidak tahan lagi, aku langsung melumat bibir Rangga. Kami berciuman dengan gairah yang meluap-luap. Saling bertukar air liur kami, dan juga saling membelit lidah kami masing-masing.

Mba..bukain celana saya sambil nyiumin perut saya mba, nanti makin lama nyiuminnya makin turun ke arah junior saya mba. Tapi terus dengan gaya nakal kaya tadi ya mba. Dijamin kalo mba bisa, nanti suami mba pasti klepek-klepek ama mba deh. Hehehe, Bisik Rangga sambil tersenyum dan membelai lembut rambut saya. Ahh..saya merasa sangat di hargain dan di sayangin sekali ama Rangga. Aku jadi sayang sekali dengannya.

Aku tersenyum manis dan manja kepada Rangga. Sesuatu yang bahkan jarang kulakukan dengan suami ku. Namun dengan Rangga saat ini, aku benar-benar merasa ingin bermanja-manjaan dengan Rangga.

Aku kemudian mengecup lembut bibir Rangga. Cukup lama bibir ku berhimpitan dengan bibir Rangga, tanpa ada nya kuluman maupun lumatan kali ini. Aku hanya ingin menumpahkan rasa sayangku kepada Rangga saja.

Aku tersenyum kembali setelah melepaskan bibir nya. Dan mulai menciumi lagi bagian tubuh Rangga, dari leher, turun ke dada. Aku sedikit menggigit-gigit kecil dada Rangga, sementara tanganku mulai melepasi ikat pinggang di celana Rangga. Dan kulanjutkan dengan melepaskan kancing celana nya.

Saat bibir ku sedang menciumin bagian perut Rangga, Rangga langsung menggelinjang kegelian. Dan tangan ku pun menarik turun celana panjang Rangga, beserta celana dalamnya. Batang kemaluan Rangga yang sudah tegang pun langsung tegak di hadapan wajah ku. Aku sedikit terpana menyaksikan batang ber-urat yang tegang kaku, dengan ukuran yang lebih besar dan sedikit lebih panjang dari milik suami ku.

Ughh…aku ga tahan banget rasanya pengen cepet-cepet masukin batang Rangga ke dalam vagina ku.

Tanganku langsung memegang batang kemaluan Rangga, dan mengurut-ngurutnya pelan dari bawah ke atas. Uhhhh…enak mba, desis Rangga pelan. Nafsuku pun menjadi tidak terkendali lagi. Aku segera berusaha melepaskan celana dalam ku tanpa melepaskan rok ku.

Namun tangan Rangga tiba-tiba menghentikan gerakan ku. Mba…tahan dulu mba..jangan keburu-buru, Ujar Rangga pelan.

Aku uda ga tahan sayanggg…plis aku masukin yah punya kamu Ga, desisku mengiba kepadanya. Ya ampun, ga pernah aku seumur-umur ampe mengiba seperti ini, minta di setubuhi ama seorang pria manapun, termasuk dengan suamiku sendiri.

Sama, aku juga ga tahan mba, tapi gerakan menggoda mba belum selesai mba. Mba musti terus lanjutin dulu mba. Ga cuma sampai disini aja. Masih jauh mba dari babak utama nya, Bisik Rangga, membuatku menahan diri. Ugghhh…rasanya kesal sekali deh. Tapi entah kenapa aku tidak bisa menolak keinginan Rangga.

Trus aku musti gimana Ga?, tanya ku lirih.

Hmm..pertama, sebelum mba membuka celana dalam mba, mba musti..mm..maenin junior saya dulu dengan lidah mba. Lakukan perlahan menyusuri batang saya mba. Kemudian diselingi dengan kuluman mulut mba. Mba mm..kalo ga nyaman ya ga perlu mba lakuin ke batang saya mba. Kita skip aja kalo gitu, Jelas Rangga. Nampaknya Rangga kuatir aku bakalan menolak bimbingannya.

Jujur aku bukannya menolak, entah kenapa aku benar-benar ingin sekali mengulum batang keras Rangga ini, namun ya ampun, malu nya ini ga tahan. Aku mengulum batang kemaluan Rangga, yang sehari-hari menjadi bawahan ku di kantor.

Namun aku harus menguatkan hatiku sendiri. Aku ingin belajar untuk menyenangkan seorang suami ku. Dan artinya saat ini aku harus berusaha menyenangkan Rangga dulu.

Ama kamu aku selalu ngerasa nyaman Ga, Jawabku pelan sambil tersenyum lembut. Aku menjadi benar-benar menyayangi nya, seperti aku menyayangi suamiku juga.

Aku kembali menunduk ke arah batang kemaluan Rangga. Aku ciumi bagian tubuh Rangga di sekeliling batangnya yang tegak, aku bahkan menghirup aroma bulu kemaluan Rangga.

Here we go, pikirku. Inilah batang pertama yang akan memasuki mulutku ini. Batang berurat dan keras ini lah yang akan memerawanin mulutku. Aku mulai menjilati batang kemaluan Rangga dari bawah ke atas. Aku mainkan lidah ku di kepala kemaluan Rangga, tepat di lubang pipis nya. Aku melihat Rangga langsung berkelojotan, dan mengusap-usap rambutku.

Aku puas sekali melihat Rangga begitu menikmati sentuhan lidah ku di batangnya. Membuatku menjadi semakin bersemangat lagi. Dan jilatanku pun menjadi semakin melebar hingga ke biji kemaluannya pun aku jilati, hingga hampir ke anus nya.

Aku senang banget rasanya, kalo ngeliat Rangga tampak sangat menikmati jilatanku. Aku terus menjilati batangnya hingga beberapa lama. Kemudian aku membuka mulutku, dan mulai memasukkan batang kemaluan Rangga, hingga jauh ke dalam mulutku, hampir mencapai ujung tenggorokan ku.

Aku menghisap kuat batang kemaluan Rangga, sambil menariknya ke luar. Awwww…mba, seru Rangga tiba-tiba, membuatku terkejut dan segera melepaskan batang Rangga dari mulutku.

Kenapa Ga? Salah ya?, tanya ku panik.

Ga mba, cuma kalo bisa jangan kena gigi mba, ngilu. Hehe, Jawab Rangga sambil tersenyum. Membuatku menjadi malu. Yah namanya juga pengalaman pertama kan, pikirku.

Pas mba kulum, kalo bisa mba juga maenin lidah mba di junior ku, Ujar Rangga lagi.

Aku pun memulai lagi kuluman bibir ku di batang Rangga. Kali ini aku berusaha menggunakan lidahku, agar gigi ku tidak mengenai batang Rangga.

Iya mba, bener mba..ssshhh…enak banget mba mulut mba…sshhh, Tangan Rangga kembali mengusap rambutku sambil terus mendesis, menikmati kuluman bibir ku ini.

Dan saat aku sudah melakukannya dengan cukup baik, dan tidak kaku lagi, tiba-tiba kembali Rangga menghentikan gerakan ku lagi.

Hahhh..enak banget mba. Sekarang proses selanjutnya, mba lepasin celana dalam mba, sambil menghadapkan pantat mba ke arah ku. Mba goyang-goyangin dengan nakal pantat mba di depan wajah saya mba, Ujar Rangga kembali mengarahkan ku. Sementara Rangga bergeser tempat duduknya dan rebahan di bangku mobil.

Aku sebetulnya bingung dengan maksud Rangga sebenarnya. Namun aku melakukannya juga, walaupun malu banget, tapi rasa birahi ku yang sudah memuncak ini, seakan menutupi rasa maluku.

Aku kemudian memutarkan pantat ku ke arah Rangga. Aku mengangkat rok ku, memamerkan pantatku ke arah Rangga. Dan kemudian aku mulai melapaskan celana dalam ku sambil menungging. Memamerkan bibir tembam vaginaku yang sudah basah sekali, ke arah Rangga.

Ugg…gilaaa..mba seksi banget, Puji Rangga, membuatku senang sekali mendengar pujian dari nya.

Aku kemudian menaiki tubuh Rangga sambil pantat ku kuarahkan ke hadapan wajah Rangga. Aku kemudian sedikit menggoyang-goyangkan pantat ku, sementara mulutku kembali melahap dan mengulum batang kemaluan Rangga.

Entah kenapa rasanya aku begitu menikmati dan bergairah sekali saat aku mengulum batang Rangga. Padahal, jika suamiku menyodorkan, aku selalu merasa jijik sekali dan merasa tidak pantas. Namun dengan bawahanku ini justru aku sangat menikmatinya.

Sluurrppp…ssshhh…aaaaaaahhhh…Ra-Rangaaahh…aaaahhhh, Saat sedang menikmati mengulum batang milik Rangga, tiba-tiba aku dikejutkan oleh rasa geli yang amat sangat, saat sesuatu menggesek bibir vagina ku. Membuatku memekik dan bergetar sekujur tubuhku.

Ka-kamu lagi ngapain Ga?…aaahhhh…aaaaaahhhh..gelii banget Ga…kamu jilatin yah?..ooohhhh. Jadi senikmat inikah saat vagina kita di jilati oleh lidah seorang pria, pikirku. Aku terus memekik dan mendesah ga karuan. Rasa geli ini terasa begitu memabukkan diriku.

Mba, kulum lagi mba junior ku mba, Bisik Rangga. Aku yang sedang menikmati rasa yang benar-benar baru ini, sampai lupa untuk memuaskan Rangga juga.

TIIT! TIIT! Bunyi alarm mobil di samping mobilku tiba-tiba mengejutkan kami berdua, yang sedang saling menjilati dan merasakan kemaluan kami.

Aku reflek melihat ke arah Rangga dengan pandangan takut. Aku takut ketahuan kami sedang berbuat mesum di mobil.

Sssstttt, Rangga berbisik sambil menaruh telunjuknya di bibirnya. Memintaku untuk tidak panik dan diam.

Kami mendengar seseorang sedang berbicara di depan mobil kami. Tampaknya pemilik mobil sebelah kami ini sedang berbicara dengan seorang security gedung.

Ya ampun, aku menjadi panik dan takut sekali. Namun saat aku hendak bangun dan merapihkan pakaian ku, Rangga menahan ku agar tetap di posisi kami. Posisi ini memalukan sekali kalau ketahuan. Batang Rangga mengacung keras di depan wajahku, dan bibir vaginaku terpampang jelas di wajah Rangga.

Aku memandang Rangga dengan pandangan protes, namun Rangga hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Memang kaca mobil ku ini gelap, dan suasana di basement pun lumayan gelap. Namun tetap saja aku merasa sangat kuatir sekali.

Mereka berdua masih terus ngobrol dan bercanda, sementara aku ketakutan di dalam mobil. Ooohhhhh..Ranggaaa…uda dulu…aaaahhhh, aku langsung mendesis saat Rangga tiba-tiba mulai menjilati klitoris ku sambil memasukkan dua buah jarinya ke dalam liang vagina ku kali ini. Dan bodohnya untuk meredam desisan ku, aku malah menyumpal mulutku dengan batang Rangga.

Aku terus menyedot-nyedot batang Rangga. Ini gila sekali. Aku sedang menghisap kelamin seorang pria di hadapan dua orang yang sedang mengobrol, walau mereka mungkin tidak bisa melihat kami, namun jika salah satu dari kami mengeluarkan suara terlalu keras, pasti mereka akan segera mendengarnya, karena kaca mobil ku ini tidak tertutup rapat.

Aku berhati-hati dalam mengulum batang Rangga, agar tidak mengeluarkan bunyi-bunyi aneh saat melakukannya, sambil berusaha menahan agar suara desisanku saat jari Rangga terus mengobok-ngobok vaginaku, tidak keluar. Namun, oohhhh…aku mao orgasme rasanya. Jilatan demi jilatan yang Rangga lakukan, membuatku akan segera mendapatkan orgasme ku.

Dan tanpa bisa kucegah lagi, badanku langsung bergetar hebat. Untuk meredam suaraku, aku langsung menggigit paha Rangga, sementara pantat ku berkejat-kejat dasyat. Sreett! Sreettt! Aku merasakan seperti sedang pipis, namun pipis yang sangat enak sekali rasanya. Orgasme ku begitu luar biasa. Paha ku menjepit kepala Rangga dengan kuat, begitu juga gigiku menancap di paha Rangga, sementara pantatku berkedut-kedut di wajah Rangga.

Ohhh Gilaaa…aku orgasme di hadapan dua orang pria yang sedang mengobrol. Namun aku mendengar mereka akhirnya menyudahi pembicaraan mereka. Sesaat kemudian terdengar suara mobil dinyalakan, dan tidak lama kemudian pergi berlalu. Security tadi pun segera pergi menjauh. Dan suasana pun menjadi hening kembali.

Gilaaa kamu Ranggaa…kalo ketauan kan malu banget saya, Aku langsung protes ke Rangga, yang terus tersenyum lebar ke arah ku. Namun aku melihat wajah Rangga basah sekali.

Tapi sensasi nya mendebarkan kan mba…hehe, Jawab Rangga pelan.

Eh..emm..aku muncrat di muka kamu ya? Maaf ya Ga, Ujarku langsung berusah bangun, saat aku menyadari ternyata orgasme ku tadi muncrat mengenai wajah Rangga.

Namun Rangga langsung duduk sebelum aku berusaha membersihkannya. Dan langsung menarik ku untuk berada di atas pangkuan nya.

Emm..sebentar sayang, aku mao bersihin ini dul…aaaaahhhhh, Aku langsung memekik pelan, sebelum omonganku selesai, saat tiba-tiba batang Rangga menerobos langsung bibir vagina ku.

Namun pantat Rangga diam saja saat batangnya sudah masuk sempurna di dalam vagina ku. Dan aku menatap wajahnya dengan pandangan sayu.

Ayo mba, goyangin pantat mba. Mba yang pegang kendali kali ini mba. Keluarin semua gairah mba, bisik Rangga sambil menciumi leherku.

Tanpa diminta 2 kali, pantat ku langsung bergerak menaik turunkan, menggesek-gesek habis batang kemaluan Rangga, yang terasa penuh sekali di dalam vagina ku.

Mmffff…mmmffff…oohhhh…sssshhhhh, Di dalam kamar mandi aku pun terus mendesis, saat sedang mencolok-colokkan vaginaku sendiri, sambil terus membayangkan saat-saat batang Rangga menerobos dan menggesek-gesek bagian dalam vaginaku.

Rangga terus menciumi semua bagian wajahku, dan berpindah ke kedua payudaraku. Sementara aku semakin mendengus dalam desahanku, mengiringi goyangan pantat ku memutar dan melumat habis batang Rangga.

Rangga juga sering mengocok liang vagina ku dari bawah. Membuat seluruh badanku rasanya bergetar karena rasa geli yang nikmat sekali. Sementara kedua tangan Rangga meremas-remas dengan kuat kedua payudaraku yang menggantung di atas wajahnya.

Sssshhhh….aaaahhhh…ini terlalu nikmat. Gairah dan permainan yang dilakukan Rangga, terasa lebih menggetarkan hati dan seluruh tubuhku, dibanding permainan Kevin, suami ku. Aku bagaikan seekor ikan yang menggelepar di tanah, dengan nafas yang megap-megap.

Peluh kami berdua sudah bercucuran dan saling menyatu. Terkadang tangan Rangga meremas kedua bongkah pantatku, saat mulutnya sedang mengulum dan menghisap dengan kuat payudara ku.

Gerakan ku semakin tidak beraturan, dan semakin cepat. Orgasme ku hampir kudapatkan lagi. Namun Rangga kembali menghentikan gerakanku.

Mba coba berjongkok posisinya deh Pinta Rangga. Yang langsung aku ikuti karena aku sedang berusaha mengejar orgasme ku.

Blessss….Oooohhhhhh…sssshhhhh…nikmat banget Gaaa Desis ku saat batang Rangga kembali melesak masuk.

Dalam posisi berjongkok, tanpa diminta pantatku langsung bergerak sendiri naik turun mengocok dan mengurut batang keras Rangga dengan otot-otot vagina ku, yang mencengkram batang rangga sekuat mungkin.

Aku mainkan otot perutku berusaha meremasi batang kemaluan Rangga. Dan memang hasilnya sukses membuat Rangga terus bergerak bagaikan cacing yang kepanasan.

Auuuhhhh…Gaaa….posisi inihhh…lebih geli lagi Gaaa…aaahhh, Aku mulai meracau dan semakin keras desisan ku.

Ga, saya ga tahan lagi Ga, mau keluar lagi, bisik ku di telinga Rangga.

Keluarin aja mba. Lepasin semua gairah mba. Bisik Rangga.

Gerakanku semakin cepat, sementara Rangga berusaha mempercepat lagi gerakan menyodok dari bawah. Dan akhirnya di dalam tubuhku bagaikan sebuah balon berisi air yang pecah. Gairah orgasme ku saat pecah, langsung mengaliri seluruh bagian tubuhku, membuat tubuhku langsung bergetar hebat, namun tubuhku serasa kaku dan tegang sekali.

Aku merasakan lagi sebuah cairan deras keluar dari liang kemaluanku. Menyembur batang Rangga yang masih bersemayam di dalam vaginaku. Otot-otot vaginaku langsung menciut, dan menekan batang Rangga.

Aaaaaahhhhhh…sssshhh…ooooohhhhh….auugghhhhh hhh. Aku sedikit memekik dan mendesis cukup keras, karena gelombang orgasme ini terlalu dasyat untuk bisa kutahan.

Badan ku masih terus bergetar, dan pantatku berkejat-kejat hingga beberapa saat, sampai akhirnya badai orgasme ku mulai mereda.

Haaahhhh….haaahhhhh….haaahhhhh. Aku terengah-engah, sambil rebahan di dada Rangga. Tenaga ku terkuras habis saat orgasme tadi.

Haahhhh…gilaa…Gaaa. Enak banget. Badan mba ampe lemes banget ini. Haaahhh. Bisik ku. Sementara Rangga tersenyum lembut sambil mengusap-usap rambut ku.

aku seneng kalo mba bisa menikmatinya Jawab Rangga.

Eh, tapi kamu kan belom keluar Ga? Yuk kita lanjutin lagi Ujar ku menyadari bahwa Rangga sama sekali belum merasakan orgasme, sementara aku sudah 2 kali merasakannya.

Gapapa kok mba. Yang penting mba bisa rileks malam ini Jawab Rangga dengan nada yang penuh ketulusan. Membuatku menjadi terharu dan memeluknya dengan erat.

Ga mau, mba pengen kamu keluar juga sayang. Ayo kamu di atas Ga. Mba di bawah Ajak ku untuk memulai lagi permainan kami.

Yakin mba masih mau? Tanya Rangga.

Yakin sayang. Ayo cepetan Jawabku dengan keyakinan tak tergoyahkan. Rangga harus bisa merasakan orgasme juga. Pikirku.

Kami lalu bertukar posisi. Rangga di posisi menindihku, dan mulai memasukan lagi batang nya yang masih tetap kokoh dan keras. Batang Rangga melesak tanpa hambatan, dengan lubang vagina ku yang sudah sangat basah oleh cairan orgasme ku.

Rangga langsung mengayuh dengan cepat. Sementara aku kembali merintih-rintih saat batang Rangga mengaduk-aduk isi kemaluan vagina ku.

Sshhhh….aaaahhhhh…sayanggg…aaaduhh Gaaa…geli bangettthh..aahhh. Gelora orgasme ku belum lagi benar-benar mereda, sudah langsung di pompa dengan kuat oleh Rangga. Membuat tubuhku bergetar menahan rasa geli.

Kedua kaki ku langsung melingkar dan menjepit tubuh Rangga. Namun semakin aku menjepit, rasa geli yang aku rasakan malah semakin dasyat. Ini benar-benar nikmat sekali. Aku benar-benar sudah lupa akan keadaan sekitar, dimana aku mulai merintih-rintih agak keras.

Di dalam kamar mandi, aku semakin cepat mengocok vagina ku sendiri. Aku masih bisa merasakan betapa dasyatnya rasa nikmat yang kurasakan saat sedang mengayuh birahi bersama Rangga tadi.

Aku menggigit bibirku agar aku tidak merintih dan diketahui oleh Kevin, suamiku. Aku kembali membayangkan saat-saat Rangga akhirnya mencapai orgasmenya, sementara aku sudah terasa lemas sekali akibat orgasme bertubi-tubi dan kontinu, saat melayani tubuhnya yang perkasa.

Oooohhhh…Gaaaa…kamuhh…masih belum keluarr jugaa?? Mba uda ga kuat Gaaa…mba mao dapet lagi nihh…ooohhhh…aaaaahhhh Ujarku kepada Rangga. Jari jemari ku mencengkram kuat pundak Rangga yang masih terus memompa liang kemaluanku.

Bunyi beradunya kelamin kami semakin keras, seiring liang vaginaku yang benar-benar sudah banjir, hingga ke pahaku, aku rasakan.

Sama mba, saya musti keluarin di luar ato gapapa di dalem mba?, Jawab Rangga dan kemudian bertanya balik kepadaku.

Saya pake KB kok Ga, kamu gapapa keluarin di dalam sayangghh….ooohhhh…Gaaaaa…sayahhh ga taahhhannn…sshhh….AAAAHHHH, Jawab ku, sementara pantat ku semakin cepat gerakan naik turun nya. Aku bahkan memekik histeris saat orgasme ku yang kesekian kalinya datang lagi. Kali ini begitu kuat hingga membuat pandanganku langsung gelap.

Ohhh…mbaaa..saya keluaaaarrrr, desis Rangga, saat batang kemaluannya menyemburkan dengan deras spermanya, hingga terasa jauh ke dalam rahim.

Mmmmffffff….mmffffff, aku menggigit pundak Rangga kali ini, meredam luapan orgasme yang luar biasa ini, yang membuatku gelap mata saat ledakan demi ledakan di dalam tubuhku begitu membahana.

Kami saling memeluk dengan erat, menikmati orgasme kami yang datang bersamaan, sambil saling mengumpulkan nafas kami. Peluh sudah membasahi tubuh kami dan jok mobil ku. Rangga rebahan di atas tubuhku, sementara sambil terengah-engah nafasku, aku membelai rambut Rangga dengan lembut dan penuh kasih sayang.

Haaahhhh…haaahhh…kamu perkasa banget sih sayang? Mba ampe ampir semaput rasanya. Badan mba lemes banget, uda ga punya tenaga lagi. Ujar ku memujinya. Rangga memang jauh lebih perkasa dari Kevin.

Aku bisa mendapatkan satu atau dua kali orgasme bersama Kevin. Dan aku kira itu sudah sangat luar biasa. Namun saat bersama Rangga, aku bisa berkali-kali orgasme. Bahkan aku sampai berkali-kali terkencing-kencing saat orgasme tadi. Gilaa..sungguh gila, pikirku.

Masa sih mba? Mba tuh gila banget..memek mba masih peret banget biar uda punya anak juga. Goyangan mba juga gila banget. Saya rela deh seharian kaya gini ama mba. Hehehe, Rangga memuji ku saat kami sedang saling menatap.

Ihhh…kamu ngomongnya vulgar banget Ga, Ujarku manyun. Ihh aku menjadi manja sekali di hadapan Rangga sih.

Hehe..gapapa mba ngomong vulgar ama orang yang kita sayang. Malah bikin kita makin bernafsu kan?, Jawab Rangga tersenyum.

Emang kamu sayang ama mba?, aku bertanya sambil menatapnya.

Hehe..aku emang sayang kok sama mba. Apalagi sekarang aku liat senyuman mba yang manis dan menggoda. Ga cuma muka galak kaya di kantor aja, Jawab Rangga sambil mengecup bibirku. Dan aku langsung memeluk kepalanya dengan erat.

Mba ini cantik, seksi dan luar biasa. Mba musti inget itu ya, mba musti kaya gini kalo lagi ama suami mba. Jangan kaku dan pasif lagi. Kita lihat, suami mba masih berpaling dari mba atau ga setelah ini. Kalo masih juga berpaling, artinya suami mba emang cowo bodoh yang uda nganggurin cewe secantik dan seseksi mba. Tar biar aku yang kawinin mba kalo suami mba uda ga mao lagi. Hehe, Jelas Rangga, yang benar-benar membuatku tersipu malu.

Ihh…gombalin istri orang kamu ya, nakal, Ujarku sambil mencubit hidungnya.

Hehehe..mba lebih nakal lagi kalo uda goyangin ini mba, Ujar Rangga sambil menyentak-nyentak kan pantat nya, menyodok-nyodokan batangnya yang masih berada di dalam vaginaku, hingga membuatku terpekik kegelian lagi.

Aaahahh…uda ah sayang…uda malem nih., Rengek ku manja sekali tanpa sadar. Seumur-umur baru kali ini aku bersikap manja seperti ini. Bahkan dengan suami ku sendiri. Malu sekali rasanya.

Hehehe..iya mba cantik. Kita udahan yuk. Kasian tar mba di cariin suami mba, Jawab Rangga, sementara aku bangun untuk berpindah dari pangkuan Rangga. Plop…ugghh…rasanya ada yang hilang dari vagina ku saat batang Rangga tercabut lepas.

Belum sempat aku duduk, cairan sperma Rangga pun langsung mengucur deras dari dalam vaginaku, yang untungnya dengan sigap langsung di tadah Rangga menggunakan tissue, sebelum sempat jatuh di jok mobil.

Aku kaget saat Rangga dengan telaten dan lembut membersihkan vagina ku dari sisa-sisa sperma miliknya. Aku menjadi begitu mengagumi nya setelah ini. Aku hampir tidak pernah menemui seorang pria se-gentlemen seperti Rangga saat ini.

Uda bersih nih mba, ayo pake celana dalamnya lagi yuk, Ujar Rangga sambil tersenyum lebar.

Namun aku langsung menurunkan wajahku ke batang milik Rangga yang masih dipenuhi lendir dari kemaluan kami berdua. Aku langsung mengulum dan membersihkan sebisa ku. Tak pernah dalam hidupku melakukan hal seperti ini, tanpa merasa jijik sama sekali.

Uggh..gila sedotan mba. Dasyaaattt banget, Desis Rangga, aku cukup terkejut, saat menyadari batang kemaluan Rangga masih keras sekali, bahkan setelah mengeluarkan banyak sekali sperma tadi.

Eh batang kamu kok masih keras banget sih Ga? Gila, kamu masih pengen ya Ga? Tanyaku heran sambil meremasi batang Rangga.

Hehehe..hhmm…masih sih mba, tapi udah lah, kan uda malem sekarang mba. Makanya aku ngajak mba buruan pake celana dalem biar aku ga makin pengen nih mba Jawab Rangga sambil garuk-garuk kepala.

Dasar kamu, kuat banget sih Ga? Mba aja uda lemes banget gini. Tapi beneran kamu ga mau mba layanin sekali lagi? Tanyaku. Entah apa yang aku pikirkan, menawarkan diri untuk menjadi pemuas nafsu Rangga?

Ga mba sayang, makasih. Mba langsung pulang aja mba. Uda mao jam 10 malem nih mba. Tar mba dicariin suami mba, jadi timbul masalah baru lho. Biar aku pulang sendiri aja. Lagian tar yang ada mba ga bisa nyetir mobil saking lemesnya kalo saya minta lagi. Hehe. Ujar Rangga saat kami sedang merapihkan lagi pakaian kami sebisa mungkin.

Hehe…dasar kamu Ga. Ga boleh ah kamu pulang sendiri, pokoknya kamu musti pulang ama mba, Ujarku tegas.

Wuih..baru juga ngeliat wajah lembut dan manis mba Liana, sekarang uda keluar lagi nada tegasnya. Hehehe..tapi tetep aja cantik dan menggoda, Ujar Rangga, membuatku menjadi tersenyum lagi.

Ihhh…apaan sih kamu Ga, Jawabku menjadi tersipu malu mendengar pujiannya.

Sekitar 10 menit kemudian, aku segera menyalakan mobilku, dan mulai keluar dari basement yang menjadi salah satu kenangan terindah untuk ku itu.

Haaahhh…hhaaahhh…hhaaaahh. Orgasme yang kudapatkan saat aku sedang bermasturbasi di kamar mandi, mengembalikan ku lagi ke alam nyata.

Pelajaran yang sangat indah dari bawahanku tadi, seperti membuka rantai yang mengikat diri ku. Ternyata bersikap aktif dan sedikit liar itu memabuk-kan sekali. Imajinasi ku pun langsung bermunculan seiring gairah liar ku yang meluap-luap.

Tapi aku hanya mengizinkan Rangga dan suami ku saja yang boleh menyentuh tubuhku, Tekadku penuh keyakinan. Aku begitu bergairah akan pengalamanku yang baru ini.

Tapi baru kali ini aku melihat batang kemaluan pria yang masih terus tegak berdiri walau telah menyemprotkan banyak sperma nya. Hihihi. Kamu lucu deh Ga.

Yah aku bagaikan seorang Liana yang terlahir kembali.

Author: 

Related Posts

  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Ngentot memek perawan anak angkat
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-8-300x400-325g9bf02ygvjudow37pje.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-12-300x225-325g98wj93t3yvg96rilfu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-12-300x225-325g98wj93t3yvg96rilfu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Pembantu cantik diiket dan dikentot
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_nwel2kDeHg1uao8ooo1_540-300x300-30pfkzsm7ws3yypm21fksq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Cerita Panas kesepian selama ditinggal suami
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_mjjp3zrS6X1rl5fsho7_1280-30o2ha7fn3x8cznt832vpm.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_mjjp3zrS6X1rl5fsho7_1280-30o2ha7fn3x8cznt832vpm.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Cerita Dewasa Once Upon A Time In Someplace – Part 19

Comments are closed.