Kisah Hot 4 Hearts & A Fool – Part 85

Kisah Hot 4 Hearts & A Fool – Part 85by on.Kisah Hot 4 Hearts & A Fool – Part 854 Hearts & A Fool – Part 85 CHARACTERS Indah Prastiwi Reni Arisandi Mr. Robert Warr Hari ini aku sibuk merapihkan rumahku, yang 2 hari lalu di pakai kami ber-empat untuk berpesta liar lagi. Kali ini bahkan bertambah anggota baru, yaitu pak Jono, seorang security di komplek kami. Namun sejujurnya, hati kecilku mulai menolak ini […]

multixnxx-Black hair, Asian, Tattoo, High heels, Glo-2 multixnxx-Black hair, Asian, Tattoo, High heels, Glo-34 Hearts & A Fool – Part 85

CHARACTERS

Indah Prastiwi

Reni Arisandi

Mr. Robert Warr

Hari ini aku sibuk merapihkan rumahku, yang 2 hari lalu di pakai kami ber-empat untuk berpesta liar lagi. Kali ini bahkan bertambah anggota baru, yaitu pak Jono, seorang security di komplek kami. Namun sejujurnya, hati kecilku mulai menolak ini semua, dan merasa ada sesuatu yang salah.

Sebelumnya aku tidak pernah merasakan gairah ku begitu meluap-luap hingga membuat aku sering kehilangan diri sendiri, dan bersikap binal dan liar. Aku sendiri bahkan bingung dengan segala perubahan di dalam diriku ini. Apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhku ini.

Aku sudah menolak usul Reni yang ingin mengadakan pesta liar di rumah ini, saat mas Hari sedang berada di Anyer. Di ranjang pengantin ku. Aku tidak mau mengkhianati mas Hari sejauh itu. Bagiku, mengkhianati nya dengan bersikap serong dan binal, benar-benar sudah tidak termaafkan. Tapi entah kenapa aku selalu tidak sanggup menahan gairah ku yang selalu tiba-tiba meluap-luap.

Sama seperti usul Reni ini. Aku awalnya sudah menolaknya. Namun lama kelamaan saat Reni terus mengajakku untuk mengobrol sambil minum teh, gairah ku tiba-tiba mulai bangkit lagi. Aku pun sendiri tidak menyadari mengapa aku bisa tiba-tiba menjadi horny sekali. Dada ku rasanya keras sekali. Nafasku pun semakin tidak beraturan.

Obrolan ku dengan Reni pun semakin aku tanggapi asal-asalan. Duhh…kok jadi begini sih ya.

Oya Ndah, gw mao ke WC dulu nih. Ujar Reni mengejutkan ku.

Ohh…lu ke belakang aja Ndah, ada di sebelah kiri, di samping dapur. Jawabku menunjukan arah ke Reni.

Aku yang terasa haus sekali, langsung menghabiskan saja teh ku. Fuuhhh…kok aku jadi pengen banget sih nih. Gara-gara ngomongin pesta seks kemarin sih di rumah Mr. Robert, aku jadi kepingin lagi nih.

TING NONG! TING NONG! Tiba-tiba ada yang mengebel rumah ku. Aku bingung siapa yang datang malam-malam seperti ini yah.

Aku pun segera keluar dan membuka pintu pagar rumah ku. Mr. Robert? What? Why are you here? Aku begitu terkejut melihat Mr. Robert berdiri di depan pintu rumahku. Seumur-umur, Mr. Robert tidak pernah sekalipun berkunjung ke dalam rumah ku. (Apa? Kenapa kamu ada disini?)

May I come in? Tanya Mr. Robert yang langsung menyadarkan ku dari keterkejutanku tadi. (Boleh aku masuk?)

Oh..yes of course, sir. Of course. Come on in. Reni is here too, you know. Ujar ku mempersilahkan Mr. Robert untuk masuk. (Tentu pak, silahkan masuk. Reni ada di sini juga lho.)

Oh I know, thats why Im here, I know you were alone now in your house. And I know youre gonna need someone to accompany you, and give you some pleasure. Ujar Mr. Robert yang langsung memeluk ku dari belakang, hingga mengejutkan ku. Tangan Mr. Robert dengan gesit langsung menyelip masuk melalui bawah kaus tangan panjang, yang aku kenakan, dan langsung menyusupi ke dalam bra ku, dan meremasi sambil memainkan puting susu ku, yang sudah mengeras sejak tadi. (Oh saya tau, itulah mengapa saya disini. Saya tau kamu sedang sendirian aja di rumah kamu. Dan saya tau kamu akan butuh seseorang untuk menemani kamu, dan memberikan kamu sebuah kesenangan.)

Awwww…ssiirrr…ssshhhh…ooohhhhh…nooo…you cant do this…in my houseee..please stopp…pleasseeee…aaahhhhh…Goddd…squeeze it hard Robert…harder Aku yang tadinya menolak, langsung lupa diri, saat tangan Mr. Robert meremas-remas payudara ku dengan kuat. Bahkan aku meminta meremasnya semakin keras. Rasanya gatal dan pegal sekali, membuatku merasa nyaman dan enak, semakin keras remasan tangannya di payudaraku.

Kepalaku langsung menoleh ke belakang, mencari-cari bibir Mr. Robert. Kami langsung berciuman penuh gairah. Namun aku sadar, aku belum menutup pintu depan rumah ku, pas Mr. Robert masuk.

Oohhh…Robertt…stopp…just stop it first. I havent close the door yet. I dont wanna my neighbour found out about us like this. Ujar ku mendorong Mr. Robert yang sedang terus mencumbu ku. Aku sudah memanggilnya Robert tanpa embel-embel Mr. lagi. (Hentikan dulu. Aku belum menutup pintunya. Aku gak mau ada tetangga ku yang memergoki kita lagi seperti ini.)

Let it be, I dont care Ujar Mr. Robert kembali menciumi leher ku, yang kembali langsung kudorong tubuhnya. (Biarkan aja. Saya gak perduli.)

But I do… Aku langsung menutup pintu rumahku, sebelum Mr. Robert langsung menarik ku ke atas pangkuannya. Dan langsung mencium bibir ku lagi, dan melumatnya. Aku benar-benar sudah lupa diri lagi saat gairah ku begitu meluap-luap bagaikan air bah. (Tapi saya perduli)

Tanganku bahkan langsung membuka kancing kemeja Mr. Robert, sambil kami terus berciuman. Kemudian, gantian Mr. Robert yang mengangkat ke atas kaus ku, dan membuka ke atas bra ku, hingga memamerkan payudaraku di hadapan wajah Mr. Robert.

Oooohhhh….twist it my nipple sir…oouuuchhhh…sshhhhhh….aahhhhh Aku langsung merintih-rintih, saat bibir Mr. Robert langsung mengulum dan menghisap payudaraku, sambil sesekali menggigit dan mengemut puting susu ku. Aku langsung menekan kepala Mr. Robert untuk semakin menekan payudara ku, karena rasa geli yang amat sangat, mendera tubuhku ini.

Hmm…siapa ya yang tadi katanya gak mau ML di sini? Ujer Reni sambil berdiri memperhatikan kami.

Ehh…aduuhhh…gw tiba-tiba jadi pengen Ren…uuuhhhh….aahhhhhh Jawab ku di sela-sela rintihan ku. Sambil menoleh ke arah Reni, yang sedang tersenyum mesum kepada ku.

Mr. Robert kemudian menariku hingga aku rebahan di sofa ruang tamu. Dia langsung menarik turun rok panjang ku beserta celana dalam ku. Mr. Robert langsung mengangkat kedua paha ku dan dilebarkan, sehingga vagina ku langsung merekah.

Mr. Robert mendekatkan wajahnya dan langsung menjilati bibir vagina ku, hingga membuatku langsung merintih-rintih penuh kenikmatan. Ooooohhhh….oooooohhh… sirr…lickk it harder sirr….aahhhhh Rintihku, dimana tubuhku benar-benar seperti cacing kepanasan, selalu bergerak kesana kemari.

Aku melihat Reni rupanya tidak tahan lagi dan segera membuka seluruh bajunya. Dia kemudian mengangkangi wajahku, dan mendekatkan pangkal kemaluannya ke wajah ku. Ndah, tolong jilatin dong, gw juga pengen nih. Pintanya. Bau khas vagina wanita langsung tercium hidungku.

Aku lalu menjulurkan lidahku, dan menyentuh pelan bibir vagina-nya Reni. Aku mulai menjilati sepanjang garis bibir kemaluannya, membuat Reni pun merintih-rintih nikmat.

Adegan erotis ini berlangsung beberapa lama. Aku bahkan mulai merasakan getaran-getaran akan mendapatkan orgasme ku. Pantat ku bergerak-gerak semakin liar, mengikuti gerakan lidahnya Mr. Robert, yang mengaduk-aduk labia mayora ku. Begitu juga dengan lidahku yang terus menjelajahi vaginanya Reni.

Aku merasakan sebentar lagi akan mendapatkan orgasme ku, saat tiba-tiba acara kami, terpotong oleh suara…

TING NONG! TING NONGG!

Arrgghhhh! Siapa lagi sih yang dateng, pikirku kesal sekali. Saat kita hampir mendapatkan orgasme ku terus kepotong, rasanya rungsing sekali dan membuat kita menjadi ingin marah saja rasanya.

Ren…who else is coming? Tanya ku ke Reni. (Siapa lagi yang datang, Ren?)

No one. I only ask Robert to come here. Theres no one else. Jawab Reni yang juga keliatan kesal sekali terganggu. (Tidak ada lagi. Aku hanya meminta Robert untuk datang kesini. Gak ada orang lain lagi.)

Better you check itu out first Ndah. Ujar Mr. Robert yang langsung duduk, dan merapihkan pakaiannya. Arrghhh! Sialaannnn! Maki ku dalam hati. (Lebih baik kamu periksa dulu.)

Namun saat aku hendak memakai lagi rok panjang ku dan baju ku, baik Mr. Robert dan Reni menahan ku.

Oh please dont wear your skirt again Ndah. Are you dare enough to do the exhib like we did yesterday? Just a shirt and your hijab. No skirt nor underwear. Perintah Reni. (Tolong jangan pake lagi rok kamu, Ndah. Apa kamu cukup berani ber-eksib lagi seperti yang kita lakuin kemaren? Cukup kaus dan jilbab kamu aja. Gak pake rok maupun celana dalam.)

Aku yang sedang kesal, menjadi malas untuk mendebatnya, dan langsung memakai kaos tangan panjang dan jilbab ku, tanpa memakai rok atau pun celana dalam. Sehingga vagina ku ter-ekspos dengan bebasnya. Untungnya pagar ku cukup tertutup, dan pondasi rumah ku cukup tinggi, jadi orang luar tidak bisa melihat ke dalam rumahku. Sedangkan aku dapat dengan mudahnya melihat ke bawah melalui atas pagar.

Aku dengan santainya membuka pintu rumah ku dan menghampiri pagar rumahku. Siapa Tanyaku dari dalam halaman rumahku.

Saya bu Indah, pak Jono, security. Hatiku langsung tercekat. Apa dia mendengar suara rintihan kami? Dan hendak menegur kami? Pikirku ketakutan.

Hmm…a-ada apa ya pak? Tanyaku.

Ini bu, biasa, iuran keamanan aja kok bu. Jawab pak Jono, security komplek kami.

Oh..hmm..bentar deh ya pak Ujarku kemudian. Aku kesal sekali rasanya. Dan aku segera masuk ke dalam rumah, dan melihat Mr. Robert sedang memangku Reni, dimana batang kemaluan Mr. Robert telah menancap dalam di vaginanya Reni, membuatku semakin kesal saja. Mereka meredam rintihan, dengan berciuman.

Siapa Ndah?Tanya Reni sambil meringis, saat batang kemaluan Mr. Robert sedang mengocok vaginanya.

Iuran keamanan Jawabku dengan nada bete.

Tidak berapa lama kemudian aku keluar membawa uang di tanganku. Dan langsung menyerahkan ke pak Jono dari atas pagar.

Oh ya makasih yah bu. Ujar pak Jono, sambil mencatat di buku nya.

Oh bu, maaf, saya boleh numpang cuci tangan ga bu? Tadi kena minyak gorengnya si tukang nasi goreng tuh. Tanya pak Jono, membuatku bingung karena keadaanku yang telanjang bagian bawah ku.

Ehh…emm…eee…i-iyaa…bentar Jawabku sambil mataku mencari sana sini, untuk mencari sesuatu agar bisa menutupi bagian bawahku. Mataku segera menangkap sebuah kain bali yang sedang aku jemur. Langsung aja aku tarik dan aku lilit menjadi sebuah rok panjang.

Aku segera masuk ke dalam rumah, dan meminta Mr. Robert dan Reni untuk tidak bersuara sama sekali, yang bisa menimbulkan kecurigaan.

He wants to come in to wash his hand. Just be quiet, and please dont embarass me in my neighbourhood by making any noise that can become a suspission. Ujar ku ke mereka berdua. Mr. Robert hanya tersenyum sambil mengangguk pelan. (Dia mau masuk ke dalam but cuci tangan. Jangan berisik, dan tolong jangan bikin malu saya di lingkungan ini dengan membuat suara-suara yang mencurigakan.)

Aku lalu segera membuka kunci pintu pagar ku. Untungnya keran air lokasinya tidak jauh dari pintu pagar. Pak Jono segera masuk ke dalam untuk mencuci tangannya. Pak Jono ini merupakan kepala security di komplek kami. Orangnya baik, namun punya 2 istri.

Yah terima kasih ya bu. Ujar pak Jono, setelah selesai mencuci tangannya. Namun saat akan melangkah dan mengambil buku catatan yang ia selipkan di pinggang belakang, pak Jono sedikit terpeleset terkena aliran air, bekas ia cuci tangan tadi, sehingga buku yang dipegangnya terlempar ke atas.

Aku reflek segera berusaha menangkap buku itu sambil sedikit melompat. Aku mendapatkan buku itu, namun pak Jono rupanya mendapatkan hal yang lain, saat aku tidak menyadari bahwa ikatan kain bali ku kurang kuat, sehingga saat aku melompat tadi, kain bali nya langsung terlepas dan jatuh di bawah kaki ku.

Pak Jono dengan pandangan mata tidak berkedip, memandang vagina ku yang berbulu lebat itu tanpa adanya halangan apa pun. Aku yang tidak menyadarinya, segera menyerahkan bukunya kepada pak Jono.

Pak Jono tidak merespon uluran tanganku, dan terus memandangi bagian bawah tubuhku. Membuat ku melihat ke bawah juga.

Astaga! Aku langsung berjongkok, untuk menutupi bagian bawah tubuhku.

Pak Jono, maaf, tolong segera keluar pak. Ujar ku meminta nya keluar pagar. Namun pak Jono malah tersenyum mesum ke arah ku.

Bu Indah, rupanya gak pake celana dalam, dan pake kain asal aja. Di luar ada mobil, artinya ada tamu di dalam rumah. Sebagai security, saya berhak untuk menggeledah rumah yang dicurigai digunakan untuk berbuat mesum. Apalagi, pak Hari sedang keluar kota sampai hari minggu. Ujar pak Jono membuat wajahku pucat sekali, dan menebak-nebak apa maunya.

Pak Jono kemudian berjalan mendekati ku. Ada siapa aja di dalam rumah bu Indah ya? Tanya pak Jono.

Ha-hanya ada teman-teman saya aja. Kita gak-gak ngapa-ngapain kok pak. Jawabku berusaha menghentikan pak Jono sambil berjongkok.

Excuse me, what is goin on here? What are you doing to Indah? Mr. Robert tiba-tiba keluar dari rumah ku. (Permisi, ada apa ini? apa yang kamu lakukan ke Indah?)

Wah, orang bule. Ibu Indah selingkuhannya orang bule? Dia bilang apa bu? Hehehe. Tapi, apa jadinya ya kalo pak Hari ampe tau ada orang bule di rumah ini ya? Hmm Pak Jono mulai melancarkan serangan liciknya, hendak memeras ku. Persis seperti yang dulu Agus hendak lakukan kepadaku, kalo aja gak di tolong ama Reni.

Perasaan kesal karena nanggung tadi, ditambah perasaan tertekan karena hendak di peras oleh pak Jono, membuatku benar-benar marah dan mencari akal. Aku akhirnya berdiri, tidak lagi perduli akan ketelanjangan tubuh bagian bawahku ini.

Pak Jono emang bener. Mr. Robert ini emang selingkuhan saya pak. Dan bukan cuma saya, di dalam ada rekan kerja wanita saya, yang lagi telanjang bulat. Kami sedang asik bercumbu, sampai akhirnya pak Jono datang untuk mengganggu. Ujar ku sambil menghampirinya.

Pak Jono tertarik melihat saya telanjang? Apa pak Jono terangsang melihat kemaluan saya ini? Saya akan kasih ke pak Jono, tapi dengan syarat, jangan kasih tau orang lain mengenai kejadian ini Tanyaku sambil mengelus batang kemaluannya dari luar celana. Kemudian aku menyusupkan tanganku ke dalam celana panjang dan celana dalamnya, dan langsung meraih batang kemaluannya yang mulai menegang.

Gimana pak? Tanyaku lagi, sambil menciumi telinganya. Sementara Mr. Robert melihatku sambil tersenyum, begitu juga Reni yang mengintip dari balik pintu.

Dan saat melihat Reni aku memberi tanda kepada Reni seperti orang sedang mengambil foto dari ponsel. Reni sedikit mengangguk, mungkin mengerti maksud ku.

Hohoho…kalo bu Indah berkenan, saya gak bakal bilang-bilang lah bu. Wong rejeki kaya gini, rugi saya kalo di bagi-bagi. Jawab pak Jono sambil menyeringai mesum.

Tapi ada syaratnya pak. Tolong perkosa saya pak. Saya punya khayalan saya lagi diperkosa pria kekar seperti bapak. Gimana pak? Tanya ku sambil terus merangsang pak Jono.

Siap kalo itu mau ibu. Bu Indah siap-siap aja saya perkosa ya Ujar nya langsung menggendong ku masuk ke dalam rumah. Dan saat masuk ke dalam rumah, mata pak Jono kembali terbelalak melihat Reni sedang telanjang bulat sambil memainkan ponselnya.

Ren, you can continue with Mr. Robert, while Im getting fucked by him. Ren, get ready for Agus plan to get rid of him. Ujarku dalam bahasa Inggris, karena pak Jono tidak mengerti bahasa Inggris. (Ren, Kamu bisa lanjutin ama Mr. Robert, sementara aku di setubuhi olehnya. Ren, siap-siap rencana Agus, buat menyingkirkannya.)

Eh? Bu Indah ngomong apa ama temennya? Tanya pak Jono curiga.

Saya bilang dia silahkan lanjutin selama saya melayani pak Jono. Ayo pak, cepet robek kaus saya, perkosa saya pak. Tapi kalo saya teriak nolak-nolak, jangan di anggep serius ya, saya lagi akting aja biar makin enak pak Ujarku merengek kepada pak Jono, sehingga membuatnya tertawa dan langsung beringas.

Hehehe…siap dah, mao gaya apaan juga, abang temenin Jawab pak Jono.

BRETTT! Kaosku langsung di sobeknya, sehingga payudaraku langsung terpampang dengan indahnya. Dan aku pun langsung pura-pura berteriak, AAAAHHHH JANGANN PAK! LEPASIN SAYA! SAYA GAK MAUUU!

Hahahah…tetek yang indah, sesuai namanya. Bu Indah gak bisa lari kemana-mana Ujar pak Jono terpancing mengikuti sandiwara ku. BREKKK! Kali ini seluruh bajuku telah robek bagian depannya.

Pak Jono langsung mengulum puting payudaraku. OOHHHHH…AMPUN PAKKK!…HUUUU….JANGAN PERKOSA SAYAA…HUUUUU Aku bahkan pura-pura menangis dan berontak. Sementara aku lihat Reni sudah beraksi merekam adegan perkosaan ini.

Pak Jono pun, langsung menurunkan celananya dengan mudah, karena aku telah membantunya tadi, untuk melepaskan kancing celananya. Batang kemaluan pak Jono langsung di arahkan ke vaginaku, yang sudah basah sekali, karena tadi hampir saja mendapatkan orgasme ku.

PAKK! TOLONG JANGAN PAK! SAYA GAK MAU DIPERKOSAA PAKK! HUUU…PAK JONO…AMPUNI SAYA! Aku terus memberontak berusaha melawan pak Jono, yang sedang berusaha memasukan batang kemaluannya.

BLESSS! OOOHHHHHH… Tanpa dapat aku cegah, aku memekik panjang, saat batang kemaluan pak Jono berhasil menembus masuk ke dalam liang vagina ku.

Pak Jono langsung mengayuh tubuhku dengan cepat, sambil meremasi kedua payudaraku. Sementara aku terus menangis saat sedang diperkosa oleh pak Jono.

Ohhhh…memek bu Indah enak banget. Jauh lebih enak dari memek istri saya. Saya gak tahaan buu…saya keluaaarr Pekik pak Jono sambil menekankan batang kemaluannya sedalam-dalam nya ke dalam liang rahim ku. Aku merasakan hangatnya disiram oleh sperma seorang security di komplek ku ini.

Aku bahkan belum merasakan apa-apa. Terlihat pak Jono begitu bernafsu untuk menyetubuhi ku, sehingga hanya bertahan selama 2 menit saja. Mr. Robert hanya tersenyum-senyum saja melihat ku. Reni segera mematikan rekaman kameranya.

Gimana Pak Jono? Enak? Seru Rani, membuat pak Jono menoleh ke arahnya.

Hehehe…enak banget lah bu…siapa namanya? Jawab pak Jono sambil menanyakan nama si Reni.

Saya Reni pak. Saya…punya satu perjanjian ama bapak. Gimana pak, tertarik? Tanya Reni dengan senyum dingin.

Tawaran apa bu Reni? Tanya pak Jono.

Kalo bapak mao, bapak juga boleh ngewe ama saya, sekaligus bergabung dengan kita-kita. Kita pesta sampai pagi. Tapi, syaratnya ini adalah yang pertama, bapak gak boleh bilang ke siapa-siapa kita berpesta seks disini ataupun mengenai bu Indah, bagaimanapun cara penyampaiannya ke orang-orang. Yang kedua, bapak tidak boleh mendekati bu Indah, dan bersikap macam-macam kepada bu Indah, selama belum ada panggilan dari kami. Jadi bapak gak boleh deket-deket bu Indah dan bersikap tidak pantas terhadap bu Indah, kecuali ada panggilan pesta lagi dari kami. Kalo ampe bapak macem-macem ke depannya, atau memberi tahu orang lain, siapa pun itu, saya akan menyerahkan rekaman bapak sedang memperkosa bu Indah ke polisi. Ujar Reni dengan senyum licik.

Tapi…tadi kan bu Indah sendiri yang meminta saya perkosa. Hehehe. Mana bisa saya di tangkap kalo suka sama suka, bu Reni. Jawab pak Jono sambil tersenyum mesum.

Mungkin, tapi saat polisi yang melihatnya, tentu yang ada di benak mereka bukan lah kejadian yang terjadi atas dasar suka sama suka, tapi sudah masuk ke ranah perkosaan. Dan saya akan memastikan bapak akan di tangkap dan dipenjara lama. Membuat bapak akan menelantarkan keluarga bapak nantinya. Jawab Reni, yang membuat pucat wajah pak Jono.

Tenang aja pak, ini hanya sebagai jaminan saja, kalo pak Jono itu gak akan macam-macam ke depannya. Selama bapak bergabung dan loyal kepada kami, justru keuntungan yang di dapat akan jauh lebih banyak, daripada pak Jono hanya ngewe ama Indah aja. Gimana pak? Tanya Reni.

Hehehe…saya setuju-setuju aja bu Reni. Saya janji, saya gak akan pernah nyeritain masalah ini. Kan saya bilang tadi, ini rejeki yang gak boleh di bagi-bagi. Saya yang rugi.Jawab pak Jono.

Dan akhirnya, kami pun berpesta seks gila-gilaan, di hampir seluruh penjuru rumah ku. Di ruang tamu, ruang makan, meja makan, kamar mandi, dan terakhir di ranjang pengantin ku. Kami saling berganti-ganti pasangan. Dan pak Jono kali ini lebih bisa tahan lama dalam bercinta dibanging pertama tadi.

Aku benar-benar puas sekali saat itu, saat tubuhku sudah banyak menampung spermanya pak Jono dan Mr. Robert. Namun, saat pagi hampir menjelang, dan mereka semua meninggalkan ku. Kesadaran dan hati nurani ku mulai pulih kembali.

Aku melhat ranjang pengantin kami, penuh dengan bercak sperma, yang meluap dari vagina ku, maupun Reni. Hati ku sakit sekali, menyadari aku telah mengkhianati cintanya mas Hari. Aku pun menangis atas segala penyesalanku. Aku merasa sangat kotor untuk mas Hari sekarang.

Keesokan harinya, aku menyuci pakaian kami, sekaligus seprai yang habis di pakai oleh ku untuk bercinta gila-gilaan kemarin. Aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa aku selalu bergairah tidak tertahankan apabila Reni mengajakku untuk kembali berpesta liat, walau kadang aku menolak, tapi pasti ujung-ujungnya aku menerima tawarannya lagi.

Dan hari ini, aku sedang membersihkan perabotan rumahku, sebelum kepulangan mas Hari beberapa jam lagi. Aku sempat BBM dia menyakan keberadaannya. Mas Hari bilang baru jalan dari lokasi Anyernya, menuju Jakarta.

Aku bahkan masak makanan kesukaan mas Hari, demi untuk membuat mas Hari merasa senang. Yah ini sebagai sedikit penebusan kesalahanku kepadanya.

Beberapa jam kemudian, mas Hari pun tiba. Dan aku memeluknya dengan erat sekali, merasa bersyukut banget, aku memiliki suami yang baik hati seperti mas Hari.

Gimana Yang, di Anyer? Kamu genit gak mas, ama cewe-cewe lain? Tanyaku manja kepada suamiku.

Oh…biasa aja sih Ndah Jawab mas Hari ambil tersenyum.

Kangen gak ama aku? Aku rasanya ingin bermanja-manjaan deh ama mas Hari, suamiku.

Kamu sendiri, kangen gak ama aku? Tanya balik mas Hari.

Ya kangen banget lah mas. Aku nungguin mas Hari terus loh di rumah. Aku gak kemana-mana. Jawabku.

Masa sih? Palingan juga kamu ngundang temen-temen kamu dateng ke sini kan? Tanya mas Hari lagi, sambil rebahan di tempat tidur. Saat mas Hari hendak berbaring di tempat tidur, aku melihat mas Hari seperti jijik akan sesuatu, dan naik ke tempat tidur agak hati-hati. Hmm…kok aneh sih suasananya. Pikirku.

Ihh…gak kok, aku di rumah sendirian aja. Jawabku sedikit berbohong.

Oya Ndah, aku mao ngomong sesuatu. Aku dapet oleh-oleh di Anyer. Tapi aku gak mau kasih sekarang ya. Berhubung ulang tahun kamu uda deket, aku kasih oleh-olehnya nanti aja yah pas kamu ulang tahun. Aku punya kejutan yang romantis banget deh pokoknya. Ujar mas Hari benar-benar membuatku senang sekali mendengarnya.

Ha? Beneran mas? Hihihi…aku mau sayang. Hehehe. Mmmuuaaahhh Aku langsung melompat ke atas tempat tidur, dan mencium pipi nya. Aku memeluk erat tubuh suami ku, mas Hari. Entah kenapa, aku merasa kangen sekali akan pelukan hangat mas Hari.

Makasih ya sayang. Aku seneng banget. Ujarku lagi sambil mulai menciumi wajah mas Hari. Dan saat aku hendak melumat bibirnya, mas Hari sedikit menolak ku. Hmm…maaf ya Ndah, aku pengen istirahat dulu ya. Ujar mas Hari.

Aku kangen mas. Kita kan uda lama gak ngelakuin itu. Uda sebulanan kali, mas gak nengokin aku lho. Ujarku sedikit merajuk. Aku benar-benar rindu dan ingin sekali bercinta dengannya. Dan perasaan ini sungguh berbeda apa bila aku bersama Reni.

Saat bersama Reni, aku merasakan gairah yang begitu menggebu-gebu, hingga membuatku menjadi liar dan binal. Tapi saat bersama mas Hari, rasanya selalu rindu akan belaian mas Hari. Bukan hanya gairah, tapi rasa sayang ku begitu meluap-luap saat bersama mas Hari. Apalagi sudah sebulan terakhir ini, mas Hari gak pernah mengajak ku untuk melakukan hubungan intim lagi.

Yah…yang sabar dulu yah Ndah. Aku bener-bener cape lho. Ujar mas Hari pelan, berusaha memberikan pengertian. Walau kecewa, namun aku bisa menerima alasan mas Hari. Yah memang sih dia kan baru juga pulang. Pikirku.

Saat melihat wajah mas Hari. Aku bertekad akan meninggalkan kehidupan liar ku, yang baru saja kujalani. Aku merasa itu semua bukanlah diriku sendiri. Aku selalu tergerak oleh hawa nafsu birahi yang begitu menggebu-gebu.

Aku ingin menjadi seorang istri yang pantas untuk mas Hari. Karena aku mencintai mu mas. Aku memeluknya erat dari belakang.

Author: 

Related Posts

  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/medina-u-get-back-to-me-asap-03-326dtxr0fyta6ubobgblze.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Ngentot memek perawan anak angkat
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-8-300x400-325g9bf02ygvjudow37pje.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-12-300x225-325g98wj93t3yvg96rilfu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/Cewek-Ngentot-sambil-di-ikat-12-300x225-325g98wj93t3yvg96rilfu.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Pembantu cantik diiket dan dikentot
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_nwel2kDeHg1uao8ooo1_540-300x300-30pfkzsm7ws3yypm21fksq.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Cerita Panas kesepian selama ditinggal suami
  • Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_mjjp3zrS6X1rl5fsho7_1280-30o2ha7fn3x8cznt832vpm.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/tumblr_mjjp3zrS6X1rl5fsho7_1280-30o2ha7fn3x8cznt832vpm.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/server1011/fotomesum.net/wp-content/uploads/ktz/image-blank-33tpelh41i14bjb4m3szyi.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/server1011/fotomesum.net/wp-includes/class-wp-image-editor.php on line 420Cerita Dewasa Once Upon A Time In Someplace – Part 19

Comments are closed.